Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Anggaran BKK Dipangkas, 29 Titik Wifi Gratis di Buleleng Terpaksa Dikurangi

Suwarmawan menyebut program Bali Smart Island ini sangat penting, agar masyarakat mudah mengakses internet

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Kominfosanti Ketut Suwarmawan - Anggaran BKK Dipangkas, 29 Titik Wifi Gratis di Buleleng Terpaksa Dikurangi 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemprov Bali mengurangi suntikan dana BKK untuk program Bali Smart Island di Buleleng.

Dengan adanya pengurangan ini, praktis Dinas Kominfosanti Buleleng terpaksa harus mengurangi 29 titik wifi gratis yang sebelumnya telah terpasang di tahun 2023.

Kepala Dinas Kominfosanti, Ketut Suwarmawan, ditemui Selasa 16 Januari 2024 mengatakan, Buleleng saat ini hanya menerima dana BKK sebesar Rp 1,2 miliar lebih untuk program Bali Smart Island.

Dengan anggaran segitu, pihaknya pun terpaksa melakukan efisiensi.

Baca juga: Taman Makam Pahlawan Ditata,Proyek Tempat Nongkrong Free Wifi, Ini Kata Bupati Jembrana Nengah Tamba

Di mana pada 2023 lalu, wifi gratis yang dipasang mencapai di 326 titik.

Sementara pada 2024 menjadi 297 titik atau dikurangi sebanyak 29 titik.

Pengurangan ini sebagian terjadi di beberapa fasilitas umum yang tersebar merata di 9 kecamatan yang ada di Buleleng.

Meski terjadi pengurangan, namun Suwarmawan menegaskan tidak ada satu pun desa yang tidak tersentuh dengan program Bali Smart Island.

Pengurangan hanya dilakukan pada fasilitas umum yang berdasarkan hasil pemantauan, jumlah masyarakat yang memanfaatkan wifi gratis ini hanya sedikit sekitar satu hingga tiga orang per harinya.

"Yang kami kurangi hanya di titik yang jumlah trafficnya sangat jarang digunakan, sehingga dinilai kurang efektif. Kami tegaskan meski ada pengurangan, namun di satu desa itu masih tetap ada wifi gratis di satu atau dua titik," jelasnya.

Suwarmawan menambahkan saat ini tidak ada wilayah di Buleleng yang mengalami blank spot.

Pihak provider telah membangun struktur internet, sehingga mudah diakses di seluruh Desa.

"Masyarakat bisa memasang wifi sendiri, atau desa bisa melalui anggaran APBDes. Tidak ada lagi daerah yang blank spot," ucapnya.

Suwarmawan menyebut program Bali Smart Island ini sangat penting, agar masyarakat mudah mengakses internet yang dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi, mengakses informasi atau memenuhi kebutuhan secara online.

"Di zaman digitalisasi ini tidak bisa dipungkiri masyarakat sangat memerlukan jaringan internet, namun kami harapkan internet dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif. Sekarang di pelosok desa sudah bisa mengakses internet karena sudah menggunakan sistem wireless," tandasnya. (rtu)

Kumpulan Artikel Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved