Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pencurian di Badung

MALING Traktor di Badung, Mertua dan Menantu Jadi Komplotan Pencuri, Beraksi Lintas Subak

Kapolres Badung, AKBP Arif Batubara, yang merilis kasus tersebut mengakui jika pelaku ditangkap setelah terus dilakukan pengembangan.

Tribun Bali/AGUS ARYANTA
Petugas Satreskrim Polres Badung menunjukkan lima tersangka pencurian mesin traktor yang masih memiliki hubungan keluarga saat pengungkapan kasus di Mapolres Badung pada Rabu 17 Desember 2025. 

Ringkasan Berita:Polres Badung menangkap komplotan spesialis pencurian mesin traktor terdiri dari lima tersangka, di mana empat di antaranya memiliki hubungan keluarga sebagai mertua, anak, dan menantu. Kelompok ini telah beraksi di 13 TKP di wilayah Badung dengan total kerugian mencapai puluhan juta rupiah, termasuk mencuri mesin traktor bantuan Pemerintah Provinsi Bali. Para pelaku ditangkap di Jember, Jawa Timur, 16 Desember 2025 dan terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara berdasarkan Pasal 363 KUHP.

 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Polres Badung mengungkap kasus pencurian mesin traktor di wilayah Badung.

Menariknya ada lima orang tersangka dalam kasus pencurian traktor, tiga di antaranya merupakan satu keluarga, yakni ayah mertua berinisial IMS (40) asal Penarungan Mengwi, menantu FEP atau Fendrik (29) asal Jember yang kos di Wilayah Sibang Kaja Abiansemal, serta MI atau Ikhsan (26) asal Jember yang merupakan tetangga kos FEP.

Sementara dua pelaku lainnya adalah II atau Indra (23), anak dari IMS yang berasal dari Banyuwangi serta satu tersangka lain IM (42) yang berperan sebagai penadah. Semua itu pun merupakan komplotan spesialis pencurian traktor.

Kapolres Badung, AKBP Arif Batubara, yang merilis kasus tersebut mengakui jika pelaku ditangkap setelah terus dilakukan pengembangan. Bahkan sejumlah barang bukti pun berhasil diamankan berupa sejumlah mesin traktor.

Baca juga: TANGKAP Ketua LPD Gianyar! Dugaan Korupsi Rp15,6 Miliar, Simak Penjelasan Kejari Gianyar Berikut Ini

Baca juga: Periode Libur Nataru 2025/2026, Bandara Ngurah Rai Bali Prediksi Layani 1,5 Juta Penumpang 

"Jadi setelah dilakukan pemeriksaan mereka ini belum terdaftar sebagai residivis. Bahkan mengaku baru melakukan pencurian," ucapnya Rabu 17 Desember 2025.

Sejumlah pelaku pun dikejar sampai di wilayah Jember, Jawa Timur. Sehingga barang bukti yang diamankan masih dalam kondisi utuh tanpa ada dibongkar.

Selain itu pelaku mengaku beraksi dari subak ke subak. Tercatat kelompok ini telah melakukan pencurian di 13 tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah hukum Polres Badung

"Jadi saat ini yang kami terima ada tiga laporan. Bahkan dari penyelidikan tiga laporan itu semua pelaku mengarah pada komplotan satu keluarga ini," ucapnya.

Disebutkan pencurian pertama, terjadi pada Kamis 13 November 2025 di lingkungan Subak Enjung dengan kerugian sekitar Rp12 juta. Dalam aksinya, pelaku membongkar mesin traktor menggunakan kunci pas.

Saat digiring polisi di Lobby Polres Badung, pelaku mengakui memiliki peran yang berbeda-beda dalam beraksi. IMS diketahui berperan sebagai penggagas aksi, menentukan lokasi sasaran, serta menyiapkan kunci pas dan satu unit sepeda motor hasil curian.

Sementara II bertugas memantau situasi dan membantu melepas mesin traktor."Pada Laporan pertama barang bukti yang diamankan satu unit mesin traktor merk Kubota warna orange, dua buah kunci pas, satu unit sepeda motor Vario warna hitam DK 2415 CDH," jelas Batubara.

Pencurian kedua terjadi di lingkungan Subak Uma Tegal, pada Selasa 9 Desember 2025 dengan total kerugian mencapai Rp 77 juta. Selain mesin perontok padi, saksi melaporkan dua unit mesin traktor Kubota yang dicuri merupakan sumbangan dari Pemerintah Provinsi Bali.

"Jadi setelah didapat mesin traktornya ini, mesin disimpan dulu, dan rencananya akan dijual. Bahkan ada sejumlah mesin sudah dibawah ke Jawa," bebernya.

Aksi terakhir terjadi di lingkungan Subak Buangga pada Senin 8 Desember 2025, dengan kerugian sekitar Rp 13 juta. Mesin traktor diketahui hilang setelah pelapor melihat posisi traktor yang tidak normal karena tertutup terpal.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved