LSD di Bali
KASUS LSD di Bali, Kadistan Tanggapi 28 Ekor Sapi yang Positif, Lockdown Hanya Berlaku di Jembrana!
Kekhawatiran peternak menjelang bulan Puasa dan Idul Fitri, Sunada tidak menampik, namun pemerintah memilih fokus agar penyakit tidak mel
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
"Semakin banyak menangani, yang harusnya Jembrana saja. Kalau berkembang nanti seluruh kabupaten lainnya. Terkonfirmasi 28 ekor, 2 mati, sudah ditangani gerak cepat intensif jangan sampai menyebar kabupaten lain," pungkasnya.
Melalui langkah-langkah ini, Pemerintah Provinsi Bali memastikan situasi berada dalam pengendalian. Pengawasan surveilans aktif dan pasif terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, mulai dari tingkat kabupaten hingga kementerian terkait. Dalam keterangannya, Sunada kembali menegaskan pemerintah bertindak hati-hati dan berdasarkan data ilmiah.
“Kami bekerja berdasarkan hasil laboratorium, bukan spekulasi. Pemeriksaan laboratorium telah dilakukan, investigasi lapangan sudah berjalan, dan semua langkah mitigasi kini diterapkan. Kami memastikan penanganan yang terukur, terkoordinasi, dan sesuai standar kesehatan hewan nasional," tutupnya.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat, khususnya peternak, untuk tetap waspada dan segera melaporkan setiap gejala mencurigakan pada ternak mereka.(*)
| Lalulintas Ternak Sapi dan Kerbau di Jembrana Diperketat, Pemulihan Pasca Diserang LSD |
|
|---|
| HANYA Kecamatan Pekutatan Tak Ada Suspek LSD, Baru 456 Ekor Ternak Warga Terima Vaksinasi |
|
|---|
| TAMBAHAN Dosis Khusus untuk Zona Tertular LSD, Masih Jauh Kurang Dari Total Estimasi Populasi |
|
|---|
| Kasus LSD, Jembrana Bali Dapat Tambahan 3.940 Dosis Vaksin, Kurang Dari Total Estimasi Populasi |
|
|---|
| BATAL Lockdown di Buleleng, 3 Sapi LSD Sembuh, Ini Kata Dinas Peternakan! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Petugas-Medikvet-saat-melakukan-pendataan-pemantauan.jpg)