Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Ditinggal Suyasa Gabung PSI, Ini Pendapat Para Kader Golkar Badung

Mantan Ketua DPD Partai Golkar Badung, I Wayan Suyasa resmi loncat partai dan kini mengenakan atribut Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Tidak Ada
Pengurus Partai Golkar Bali 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG -  Mantan Ketua DPD Partai Golkar Badung, I Wayan Suyasa resmi loncat partai dan kini mengenakan atribut Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Politisi asal Desa Penarungan Mengwi Badung itu langsung  menjabat sebagai Ketua DPW PSI Bali. 

Pasca kalah pada Pilkada Badung 2024 Suyasa sempat “menghilang” dari panggung politik.

Apalagi saat itu dia juga tidak lagi memimpin Golkar Badung.

Baca juga: WAYAN Suyasa Resmi Berlabuh ke PSI, Jadi Ketua DPW Bali, Targetkan 4 Besar di Bali

Namun kini tiba-tiba Suyasa langsung bergabung ke PSI dan meninggalkan partai Golkar yang dibesarkannya di Badung.

Menyikapi hal itu, Golkar Badung sepertinya tidak ambil pusing.

Bahkan tidak mempermasalahkan Suyasa tidak bergabung di partai berlambangkan beringin itu.

Ketua DPD Partai Golkar Badung, Anak Agung Ketut Agus Nadi Putra, saat dikonfirmasi mengakui jika I Wayan Suyasa telah resmi mengundurkan diri dari Partai Golkar sejak 18 November 2025 lalu.

Baca juga: Aklamasi, Turah Tut Nahkodai Golkar Badung Bali, Suyasa Pilih Mundur dari Calon Ketua

Pihaknya pun tidak mempermasalahkan hal Suyasa menggunakan baju PSI mengingat proses pengunduran diri Suyasa dari Golkar sejatinya telah rampung sejak dua bulan lalu. 

"Sekitar dua pekan lalu, Beliau datang dan menyampaikan secara langsung bahwa benar sudah mengundurkan diri sebagai kader Partai Golkar. Jadi ini bukan hal yang mendadak," ujarnya Rabu 21 Januari 2026

Terkait langkah politik Suyasa yang kini dikaitkan dengan PSI, pihak Golkar Badung menegaskan tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Baca juga: TEGAS PDIP Jembrana Tolak! Golkar Bali dan Karangasem Setuju, Wacana Kepala Daerah Dipilih Oleh DPRD

Menurut Agus Nadi Putra, keputusan pindah partai merupakan hak politik pribadi yang tidak bisa diintervensi oleh partai.

"Kalau beliau menentukan sikap politiknya untuk bergabung ke PSI, itu sah-sah saja. Itu hak politik pribadi beliau," ujarnya

Ia juga mengungkapkan bahwa pada Musda sebelumnya, I Wayan Suyasa telah menyatakan secara terbuka tidak lagi mencalonkan diri sebagai Ketua DPD II Golkar Badung, tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun. 

"Tidak ada hambatan atau tekanan. Itu murni keputusan pribadi beliau," tambahnya.

Baca juga: Wacana Kepala Daerah Ditentukan Dewan, Golkar Karangasem Sepakat, PDIP Sebut Kemunduran

Sementara sekretaris DPD Partai Golkar Badung, I Made Tomy Martana Putra mengatakan, pihaknya sangat menghargai keputusan dari Wayan Suyasa. Dirinya menilai hal ini adalah hak dari seluruh rakyat Indonesia dalam menentukan sikap politiknya. 

"Biasa, ada yang pergi, ada yang datang, itu biasa. Dan itu merupakan hak beliau selaku warga negara yang selama ini juga merupakan seorang politisi. Terima kasih kepada Pak Suyasa, karena atas dedikasi yang selama ini memimpin Partai Golkar Bandung," ujar Tomy dikonfirmasi terpisah.

Meski tidak mengetahui alasannya secara psti, Politisi asal Pecatu ini pun menerangkan, Wayan Suyasa telah mengundurkan diri dengan surat yang tertanggal 18 November 2025.

Baca juga: Fraksi Golkar Pertanyakan Rencana Pinjaman Daerah dari Pemkab Buleleng 

Tomy menyatakan, dalam Musda pemilihan Ketua DPD II, yang bersangkutan juga telah mengundurkan diri. 

"Kami di Golkar adalah partai yang demokratis, siapapun bisa jadi ketua, dan kami bukan tidak memilih Pak Suyasa. Tapi Pak Suyasa yang tidak maju, Pak Suyasa yang mundur, saya tidak tahu karena apa," ungkapnya.

Terkait kondisi Partai Golkar saat ini, Tomy mengaku, tidak ada gejolak-gejolak. Terlebih dari kepemimpinan Gde Sumerjaya Linggih dan Anak Agung Ketut Agus Nadi Putra tetap akan berjalan.

Bahkan dirinya mengaku kini DPD Partai Golkar Badung semakin solid. 

"Pak Demer kan bukan orang baru juga di dunia politik, Turah Tut figur yang juga loyal terhadap partainya. Jadi Partai Golkar Badung tetap solid, malah bahkan tambah solid lagi," jelas politisi asal Pecatu itu.

Pihaknya memastikan ke depan untuk pengurus partai sepengetahuannya tidak ada yang akan pindah.

Jika ada yang mengikuti jejak Wayan Suyasa, Anggota DPRD Badung ini menilai kader tersebut tidak loyal terhadap partainya. (*)

 

 

Berita lainnya di Partai Golkar

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved