Kasus Pelecehan di Bali
Dalam Sepekan, 2 Kasus Pelecehan Terjadi di Lingkungan Sekolah di Bali, Ini Kata Disdikpora
Kasus pelecehan seksual kembali terjadi di lingkungan sekolah di Bali.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Kasus pelecehan seksual kembali terjadi di lingkungan sekolah di Bali.
Dalam seminggu terakhir telah terjadi dua kasus pelecehan yang dilaporkan menimpa salah satu siswa SMP di SMPN 6 Denpasar dan salah satu staff TU di SMK Bali Mandara Kubutambahan, Buleleng, Bali.
Baca juga: Tindaklanjuti Laporan Penganiayaan dan Pelecehan di Buleleng, Polisi Minta Keterangan Putu E
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bali, Ida Bagus Wesnawa Punia mengatakan perlunya pembenahan tata kelola sistem pendidikan di Bali pada umumnya.
Kejadian pelecehan pada anak sekolah di Bali membuat dunia pendidikan di Bali tercoreng.
“Nah kalau kami, Dinas Pendidikan Provinsi Bali sudah kan sesuai dengan aturan regulasi, kemudian sudah menyiapkan bagaimana sekolah aman. Jadi ekosistem pendidikannya kita kawal,” ungkapnya pada, Selasa 27 Januari 2026.
Baca juga: TEWAS Tahanan Kasus Pelecehan Anak di Rutan, Diduga Dikeroyok, Polresta Denpasar Lakukan Pendalaman
Lebih lanjutnya ia mengatakan pada dua minggu lalu ia telah mengundang Kepala Sekolah se-Bali, untuk lebih mensosialisasikan fungsi koordinasi sekolah SMA, SMA, SMK, SLB juga Provinsi Bali.
Melalui koordinasi tersebut, ia mengaku telah menyamakan langkah dan pretensi untuk pemikiran bagaimana sebenarnya melakukan kata kelola di bidang pendidikan yang baik dan benar.
Baca juga: Residivis Pelecehan dan Perampokan Sadis Didor Polisi di Bali, Incar Korban Secara Random
“Sekarang ini mungkin teman-teman di satuan pendidikan melihat hal-hal begitu seperti payung hukum, dan segala macam."
"Sudah membuat sebenarnya kata kelola yang sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali kan membentuk SDM Bali Unggul untuk menyiapkan kualitas SDM yang berbasis kearifan lokal,” terangnya.
Pelecehan seksual di dunia pendidikan seperti ini jadi penghambat untuk pencapaian target-target pendidikan di Bali.
Karena dunia pendidikan itu keluaran akhirnya adalah daya saing tenaga kerja.
“Tenaga kerja yang agak lemah ya nanti dampaknya krama Bali agak repot juga kita bersaing di tataran nasional dan global. Itu visi kita sebenarnya, Dinas Pendidikan Provinsi Bali menyiapkan SDM Bali Unggul,” pungkasnya. (*)
Berita lainnya di Kasus Pelecehan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Disdikpora-Bali-Ida-Bagus-Wesnawa-Punia-56.jpg)