Kasus Pelecehan di Bali
Tindaklanjuti Dugaan Pelecehan di SMK Kubutambahan, Polisi Segera Periksa Terlapor
Kasus dugaan pelecehan yang dialami MW, salah satu pegawai Tata Usaha di SMK wilayah Kubutambahan, Buleleng, Bali
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Kasus dugaan pelecehan yang dialami MW, salah satu pegawai Tata Usaha di SMK wilayah Kubutambahan, Buleleng, Bali saat ini tengah ditangani pihak kepolisian.
Polisi telah mengamankan rekaman CCTV dan segera memanggil terlapor yakni Ketut SW untuk dimintai keterangan.
Baca juga: Viral Kasus Dugaan Pelecehan Diacuhkan Polisi, Polda Bali Nyatakan Atensi, Kasus Sudah Ditangani
Hal tersebut diungkapkan Kanit IV PPA dan Tipidter Sat Reskrim Polres Buleleng, IPTU Agus Fajar Gumelar.
Dikatakan dia, pasca dilaporkan pada Sabtu (24/1/2026) pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan mengamankan rekaman CCTV.
"Untuk sementara sampai sekarang baru korban yang dimintai keterangan. Kami juga segera melakukan pemeriksaan visum terhadap korban," jelasnya, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: TEWAS Tahanan Kasus Pelecehan Anak di Rutan, Diduga Dikeroyok, Polresta Denpasar Lakukan Pendalaman
Rencananya pekan ini polisi akan memeriksa terlapor yakni Ketut SW.
Sebab korban dan terduga pelaku sudah saling kenal.
Tak hanya itu, polisi juga akan memeriksa teman MW, karena dia merupakan orang pertama yang mengetahui pasca kejadian.
"Karena dari infonya, saat kejadian korban hanya berdua dengan terlapor," imbuhnya.
Baca juga: Proses Pelaporan Berlangsung, Oknum Mahasiswa Unud Bali Terduga Pelaku Pelecehan Tak Bisa Dicekal
Untuk diketahui, peristiwa pelecehan ini dialami oleh MW pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 10.18 WITA.
MW yang saat itu sedang melaksanakan tugas piket jaga di front office sekolah, tiba-tiba didatangi oleh Ketut SW yang merupakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca juga: Oknum Mahasiswa FEB Unud Lakukan Pelecehan Berbasis AI, Foto Teman Diedit Jadi Konten Dewasa
Perbuatan Ketut SW membuat MW merasa tidak nyaman dan terganggu secara psikis.
Terlebih dilakukan di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi seluruh civitas akademika.
Sementara Ketut SW, diduga merupakan guru.
"Pengakuan korban dicium satu kali di pipi. Dari hasil pengamatan kami, korban terlihat shock. Korban mengaku tidak menyangka tiba-tiba dicium," jelasnya. (*)
Berita lainnya di Pelecehan di Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual-terhadap-anak-dibawah-umur.jpg)