Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Longsor di Bali

1 TEWAS 2 Selamat, 3 Tertimbun Longsor di Tegenungan, 14 Warga Terdampak Senderan Jebol di Denpasar!

Hujan deras kembali mengguyur Bali dan sekitarnya, Kamis (12/2). Akibatnya, dilaporkan sejumlah kejadian bencana alam

Tayang:

“Kami akan meminta bantuan warga serta pemilik rumah untuk melakukan pembersihan parit secara manual dan gotong royong. Fokus utamanya adalah memperlancar aliran air terlebih,” katanya. (sar/weg/sup/ian) 

Cuaca di Bali Bervariasi

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menyampaikan secara umum kondisi cuaca di Bali bervariasi.

Wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Klungkung terpantau cerah, Kabupaten Tabanan dan Buleleng cerah berawan. Sedangkan Kabupaten Badung, Karangasem, serta Jembrana berawan, sementara hujan terjadi di Bangli.

Selain longsor di Kabupaten Gianyar dan Denpasar, bencana juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Tabanan. Dalam laporan tersebut terjadi dua pohon tumbang.

Peristiwa pertama terjadi di Pasar Tuak Ilang, Desa Den Bantas, Kecamatan Tabanan. Pohon tumbang juga dilaporkan menutup saluran irigasi Subak Yeh Nu di Desa Gubug, Kecamatan Tabanan. Kedua kejadian tersebut telah ditangani dan tidak menimbulkan korban jiwa.

BPBD Bali juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tertanggal 12 Februari 2026.

Status waspada diberlakukan untuk wilayah Denpasar, Bangli, dan Klungkung. Sedangkan status siaga ditetapkan untuk Badung, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, dan Tabanan.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan longsor dan pohon tumbang, agar tetap berhati-hati dan segera melaporkan potensi bencana kepada aparat setempat.

Hal senada dikatakan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta. Ia pun mengimbau pada para pekerja proyek di Kabupaten Gianyar, agar lebih waspada saat bekerja.

Sebab, cuaca ekstrem yang terjadi sejak beberapa bulan dan masih berlangsung hingga saat ini, menyebabkan tanah menjadi labil. Jika tidak dikerjakan secara teliti dan hati-hati, ditakutkan hal serupa bisa terjadi lagi. 

“Akibat guyuran hujan terus menerus, tanah menjadi labil, sehingga sangat rawan terjadi hal demikian. Karena itu kami imbau agar para pekerja bangunan lebih teliti, waspada dan tentunya melengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan,” ujarnya. (sar/weg)

Banjir Hambat Lalin Amlapura-Denpasar

Hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya banjir debris di ruas Jalan Nasional Amlapura–Denpasar, tepatnya di kawasan Sanghyang Ambu, Dusun Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, Kamis (12/2) sekitar pukul 13.50 Wita. Peristiwa tersebut sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas (lalin) di jalur tersebut.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa menjelaskan, aliran air datang dari wilayah utara yang membawa material kerikil, tanah, dan batu hingga menumpuk di badan jalan.

“Curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan aliran air membawa material batu, tanah, dan kerikil ke badan jalan sehingga menghambat arus lalu lintas,” ujarnya.

Informasi kejadian tersebut pertama kali dilaporkan anggota Polres Karangasem sekitar pukul 14.15 Wita. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Karangasem langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved