Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

HABISKAN 40 Kg Beras Per Hari, Rumah Makan Gratis di Denpasar, Ramai Ojol hingga Kurir Antar Paket 

Menu Rumah Makan Gratis hari ini meliputi oseng-oseng tauge kangkung, ayam sisit, tempe manis, tahu manis, dadar jagung, dan sambal.

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
RAMAI - Warga berdatangan dan menyantap makanan di Rumah Makan Gratis di Jalan Mahendradatta Denpasar Barat, Jumat (13/2). 

TRIBUN-BALI.COM — Dari jalanan tercium aroma sedap masakan serta terlihat warga satu persatu mulai berdatangan di Rumah Makan Gratis di Jalan Mahendradatta Denpasar Barat, Jumat (13/2). 

Warga mulai dari pengemudi ojek online, kurir pengantar paket, supir truk, ibu-ibu dan anaknya, serta anak sekolahan berdatangan mengambil seporsi nasi beserta lauk pauk lengkap dengan kerupuk dan minum secara gratis tanpa membayar sepeser pun.

Menu Rumah Makan Gratis hari ini meliputi oseng-oseng tauge kangkung, ayam sisit, tempe manis, tahu manis, dadar jagung, dan sambal.

Ketika ditemui, Owner Rumah Makan Gratis, Yuda menjelaskan dalam sehari ia dapat menghabiskan hingga 40 kilogram beras dan total menghabiskan hingga 350 porsi. 

Baca juga: NIKAH di Kantor PHDI Badung Berbiaya Murah Jadi Sorotan, Prosesi Upacara Dilakukan Sesuai Dewasa Ayu

Baca juga: WAPRES Gibran Terima Aspirasi Masalah Sampah-Tiket Pesawat Mahal

“Semakin lama semakin banyak masyarakat datang jadi beras kurang lebih habiskan 40 kilogram dari awalnya hanya 17 kilogram. Kalau sayur sumbangan, dan setiap hari menu kami berbeda-beda,” jelas Yuda. 

Ditanya mengapa membuka Rumah Makan Gratis di tengah harga komoditas melambung, Yuda hanya mengatakan sedang merayu Tuhan. Pria asal Gianyar ini mengatakan, tentunya sangat senang dapat hadir di tengah-tengah masyarakat. 

“Jadi mereka bisa merasakan masakan yang enak, namun memang betul-betul diharapkan oleh mereka. Banyak yang datang seperti ojek, supir-supir truk, ada pemulung, jasa kurir. Banyak orang tidak mampu mampir ke sini untuk menikmati masakan di sini,” imbuhnya. 

Warga yang tak memiliki waktu untuk makan di tempat, diperbolehkan membungkus makanan. Sementara untuk yang makan di tempat, tak diberikan batasan porsi hanya saja dibatasi oleh waktu yakni mulai pukul 09.00 hingga 14.00 Wita. Selama bulan Ramadan Rumah Makan Gratis akan buka mulai dari pukul 18.00 sampai 21.00 Wita. 

“Kami menghargai umat muslim di sini. Buka sore. Jadi mereka bisa persiapan, bungkus dulu di sini nanti sampai di rumah, bisa untuk buka puasa. Nanti selama bulan Ramadan juga ada takjil di sini kami siapkan selama satu bulan,” paparnya. 

Setelah selesai bulan Ramadan, Rumah Makan Gratis akan buka seperti hari biasa, yaitu dari hari Senin sampai hari Jumat dengan jam yang sama.

Yuda pun mengajak bagi masyarakat yang akan mendukung Rumah Makan Gratis dapat melalui doa agar kegiatan ini berjalan lancar serta jika ingin menyumbangkan sesuatu agar bahan-bahan masakan mentah. 

“Jadi kami tidak menerima dalam bentuk finansial ya. Kalau masyarakat mau support, dukung kami tidak ada masalah. Dukung kami dengan bahan-bahan. Dan dukung juga dengan doa saja biar semua berjalan dengan lancar,” ungkapnya. 

Program Rumah Makan Gratis ini merupakan CSR dari perusahaan yang bergerak di bidang sistem manajemen ISO. Kemarin hampir 350.

Ia melihat sejauh ini respon masyarakat sangat antusias. Untuk dapur tempat memasak telah disediakan alat pemadam api ringan, kotak P3K, CCTV, pemilahan sampah organik dan non organik. Sejumlah tiga chef sudah menggunakan airnet, masker hingga handglove saat mengambil lauk pauk. 

“Jadi, tidak kami perkenankan masyarakat untuk menyumbang sesuatu makanan yang sudah jadi. Kalau something happen, keracunan dan sebagainya, saya malu dan saya bertanggung jawab karena itu. Makanya karena itu kami hanya menerima bahan baku,” pungkasnya. (mpa)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved