Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bali Usulkan Penutupan 7 Jenis Investasi Asing

Pemprov sendiri belum menghitung secara detail potensi pendapatan yang hilang akibat penghapusan KBLI tersebut.

Tayang:
tribun bali/dwisuputra
ilustrasi uang. Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bali Usulkan Penutupan 7 Jenis Investasi Asing 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bali usulkan penutupan tujuh jenis investasi atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) ke Kementerian Investasi. 

Namun, hingga saat ini baru satu KBLI yang disetujui untuk ditutup, yaitu sektor manajemen konsultan PMA.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bali, I Ketut Sukra Negara.

"KBLI ini sering disalahgunakan oleh PMA (Penanaman Modal Asing). Jenis usaha yang diusulkan untuk ditutup adalah yang memiliki kategori risiko rendah dan menengah rendah,” ungkapnya, Rabu 18 Februari 2026.

Baca juga: Memudahkan Urus Izin, DPMPTSP Denpasar Bali Gelar Jemput Bola Perizinan Keliling

Lebih lanjutnya ia mengatakan, meski sektor investasi memberikan kontribusi pendapatan, penyalahgunaan izin yang masif menjadi pertimbangan utama. 

Pemprov sendiri belum menghitung secara detail potensi pendapatan yang hilang akibat penghapusan KBLI tersebut.

"Kontribusinya belum kami hitung. Yang sudah berjalan tetap jalan, tapi kami berikan pembinaan karena diduga banyak yang menyalahgunakan perizinan. Kami juga sudah memanggil beberapa pengusaha PMA tersebut untuk diberikan arahan," bebernya.

Realisasi investasi Provinsi Bali hingga akhir triwulan IV 2025 mencapai Rp 42,81 triliun, atau sekitar 94 persen dari target Rp 45 triliun yang ditetapkan pemerintah pusat. 

Meski belum mencapai target 100 persen, capaian ini dinilai tetap tinggi mengingat beban target yang besar dan masih didominasi oleh sektor pariwisata. 

Kabupaten Badung tetap menjadi daerah dengan kontribusi target terbesar.

Dari total realisasi tersebut, jumlah PMA tercatat sebesar Rp 25,60 triliun (tumbuh 5,7 persen secara tahunan). 

Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 39,8 persen dengan nilai Rp 17,21 triliun. 

Secara keseluruhan, realisasi tahun 2025 naik 17,2 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp 36,50 triliun.

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved