Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seputar Bali

Wayan Koster Sebut Bali Kini Hadapi 3 Masalah Serius, Mulai dari Lahan, Sampah hingga Penduduk

Gubernur Bali, Wayan Koster menyebut kini Bali tengah menghadapi masalah serius yang memerlukan solusi cerdas.

Tayang:

Ia menegaskan, jika alih fungsi lahan tidak dikontrol secara serius, Bali akan menghadapi ancaman terhadap sumber pangan. Koster juga mengingatkan bahaya ketergantungan Bali terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

“Kalau gak kita kendalikan alih fungsi lahan kita di Bali ini, Bali akan menghadapi ancaman sumber pangan dan juga akan semakin tergerus. Kalau pangan kita terdepan terancam,"

"Memangnya kita hidup dari mana? Dan saya tidak ingin Bali ini terlalu banyak bergantung sumber pangannya dari luar, karena itu membahayakan,” tegasnya.

Selain itu, wayan Koster juga menyinggung pengurangan pertumbuhan penduduk yang dinilai jauh lebih rendah dari pertumbuhan nasional.

Tercatat, pertumbuhan penduduk, Bali berada di angka 0,66 persen lebih rendah dari pertumbuhan penduduk nasional yakni 1,04 persen.

Koster mengklaim, hal tersebut disebabkan karena KB 2 anak yang berlangsung di zaman orde baru terlalu berhasil di Bali. 

Gubernur Bali Wayan Koster bertatap muka dengan pecalang di Desa Adat Buleleng di Setra Desa Adat Buleleng, Kabupaten Buleleng, Sabtu 7 Februari 2026.
Gubernur Bali Wayan Koster bertatap muka dengan pecalang di Desa Adat Buleleng di Setra Desa Adat Buleleng, Kabupaten Buleleng, Sabtu 7 Februari 2026. (Istimewa)

Hal tersebut ia sampaikan pada acara Grand Design Ekonomi dan Investasi Hijau Bali di Bali International Hospital, Kawasan Ekonomi Khusus-Sanur, Rabu 18 Februari 2026.

“Jadi di Bali ini sebenarnya dilakukan KB 2 anak zaman orde baru. Selama berpuluh-puluh tahun, Bali adalah provinsi yang paling sukses menjalankan program KB 2 anak laki-perempuan sama saja sampai dapat penghargaan,” ungkap, Koster.

Lebih lanjutnya, Koster mengatakan akibat keberhasilan KB sekarang ini dampaknya pertumbuhan Bali lebih banyak bersumber dari pendatang yang membuat populasi penduduk asli Bali menurun sebab hanya memiliki dua anak itu. 

Koster juga menjelaskan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pertumbuhan penduduk Bali l cenderung menurun. 

Bahkan menurutnya sampai di tahun 2050 jumlah penduduk Bali akan terus menurun.

“Ini harus kita antisipasi jangan sampai kayak Tokyo, Jepang fenomenanya sekarang, gak mau nikah atau mau nikah, gak mau punya anak lalu mau nikah, paling punya anak cuma satu maka defisit Tokyo itu yang membuat mereka akan memberikan insentif untuk orang mau datang tinggal di Tokyo Singapura sama Cina pun juga sama defisit penduduk menurun jumlahnya,” imbuhnya.

Dengan faktor-faktor tersebut, Koster menegaskan akan segera membuat kebijakan untuk tidak lagi menggunakan KB 2 anak, melainkan menjadi KB 4 anak yang terpenting dari satu istri sah. 

Populasi Nyoman dan Ketut di Bali tersisa tinggal 4,5 persen. 

Kebijakan ini didorong agar Nyoman dan Ketut tidak punah sampai 50 tahun lagi dan hanya dapat dilihat di museum.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved