Berita Bali
Paket Data Dimatikan, Konektivitas Diaktifkan di Obyek Vital Saat Nyepi
Tidak ada pengurangan kualitas layanan internet berbasis WiFi di rumah selama Nyepi.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Sama seperti Hari Suci Nyepi sebelumnya, di Tahun 2026 paket data seluler kembali dinonaktifkan selama 24 jam saat Nyepi berlangsung. Meski paket data pada telepon seluler dimatikan, akses internet melalui WiFi rumah tangga dipastikan tetap berfungsi normal. Layanan telepon dan SMS juga tidak terdampak dalam kebijakan tersebut.
Hal tersebut diungkapkan oleh, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana. Ia menjelaskan bahwa pembatasan hanya berlaku pada paket data seluler, bukan pemutusan total sinyal komunikasi.
“Bukan sinyalnya yang dimatikan, tapi paket datanya. Untuk telepon dan SMS masih bisa,” katanya, Senin 2 Maret 2026.
Baca juga: ANCAMAN Didepan Mata, Ini yang Ditakutkan PHRI Bali Jika Perang AS-Israel Vs Iran Kian Membara
Ia menegaskan, tidak ada pengurangan kualitas layanan internet berbasis WiFi di rumah selama Nyepi. Selama tidak terjadi kendala teknis dari pihak penyedia layanan, koneksi akan berjalan seperti biasa.
“WiFi dan internet di rumah tetap normal, tidak ada penurunan kecepatan. Yang dimatikan itu paket data di HP saja,” jelasnya.
Baca juga: MOHON DOA! Buntut Perang AS-Israel Vs Iran, Kondisi 12 PMI Asal Klungkung Masih Misterius
Selain itu, konektivitas tetap diaktifkan di sejumlah fasilitas vital dan lokasi strategis yang membutuhkan layanan komunikasi berkelanjutan, seperti sektor keamanan, kesehatan, dan objek vital lainnya. Penggunaan layanan di titik-titik tersebut dilakukan melalui mekanisme perizinan resmi.
Sementara untuk siaran televisi lokal di Bali, tetap dihentikan selama Nyepi sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Catur Brata Penyepian. Kebijakan ini merupakan permintaan pemerintah daerah.
“Kalau televisi di Bali, khususnya, dimatikan siarannya. Itu permintaan dari kita,” tuturnya.
Terkait teknis pelaksanaan, koordinasi dengan para penyedia layanan telekomunikasi dilakukan melalui pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi Bali telah menyampaikan surat kepada kementerian terkait, yang kemudian memfasilitasi rapat koordinasi bersama provider dan stasiun televisi.
“Biasanya dari pusat yang mengumpulkan, rapat koordinasi lewat Zoom. Nanti kementerian yang menyampaikan ke provider dan televisi,” katanya.
Menurut Gede Pramana, pola pembatasan ini telah berlangsung rutin setiap tahun, bahkan jauh sebelum dirinya menjabat pada 2020. Mekanismenya relatif sama, yakni penonaktifan paket data seluler dalam kurun waktu tertentu, umumnya mulai pukul 06.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya.
Menanggapi pertanyaan apakah keberadaan WiFi rumah dapat mengurangi esensi Nyepi, ia menekankan bahwa makna perayaan kembali pada kesadaran masing-masing individu.
“Artinya kembali kepada kita. Walaupun tidak ada imbauan melarang secara teknis, kalau kita sebagai umat yang taat, ya kita tidak menggunakan,” tutupnya.
| Sindikat Migas Lintas Wilayah Terbongkar di Bali, Oplos LPG dan Timbun BBM, 8 Orang Ditangkap |
|
|---|
| Usai Hadiri Kunker Komisi VII DPR RI, Sekda Bali Bantah Ada Tawaran Jadi Dewan Komisaris PT. BTID |
|
|---|
| Pengarahan Perdana Kajati Bali Cahyono: Jika Tidak Bisa Pintar, Kalian Harus Jadi Pegawai Yang Baik |
|
|---|
| Penjelasan Polda Bali dan Nyoman Punglik Terkait Gelar Perkara Ulang Kasus Grand Bumi Mas |
|
|---|
| Kesbangpol Bali Buka Seleksi Paskibraka 2026, Total Peserta 90 Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-nyepi-di-bali.jpg)