Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Menteri Hanif: TPA Suwung Sudah Overload dan Kerusakan Lingkungan Parah

Pemberian bantuan ini dilakukan secara simbolis berupa kunci oleh Menteri Hanif kepada Bupati Badung Adi Arnawa.

Tayang:
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
BERI KETERANGAN - Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq saat memberikan keterangan di sela-sela aksi bersih-bersih sampah laut di Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Jumat (6/2). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap masalah sampah di Bali mengingat besarnya peran Bali untuk sektor pariwisata nasional.

“Bali menjadi perhatian khusus Presiden. Kami selalu berkunjung ke Bali karena begitu pentingnya arti Bali bagi pemerintah pusat,” kata Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, dalam sambutannya saat korve di Pantai Jimbaran pada Kamis 5 Maret 2026.

Menurutnya sekarang menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk bersama-sama mempercepat penanganan sampah di Bali yang selama ini dinilai belum tersentuh secara substansial. 

Baca juga: HARI PERTAMA Promo Superindo Spesial THR Meriah, Promo Minyak Goreng, Daging Ayam hingga Parcel

Pemerintah pusat kini dituntut bekerja bersama pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, dan Pemerintah Kabupaten Badung untuk menyelesaikan persoalan sampah secara serius.

Selama ini, penanganan sampah dinilai masih menggunakan pola lama, yakni kumpul, angkut, dan buang ke tempat pembuangan akhir. 

Baca juga: 6 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan Maret 2026, Waktu yang Tepat buat Jadi Hadiah di Libur Lebaran

Sistem tersebut dinilai tidak lagi efektif, terutama karena kondisi TPA Suwung yang kini telah mengalami kelebihan kapasitas.

“TPA Suwung benar-benar sudah overload dan menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat parah,” tegasnya.

Menteri LH Hanif Faisol mengungkapkan bahwa saat ini pengelolaan TPA Suwung telah masuk dalam proses penyidikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. 

Dan sanksi berat akan diterapkan terhadap pengelolaan tempat pembuangan akhir tersebut. 

“Dengan mohon maaf kepada masyarakat Bali, TPA Suwung telah masuk dalam masa penyidikan dan kami memberikan sanksi yang sangat berat. TPA Suwung akan segera kita akhiri,” kata Menteri Hanif.

 


Sebagai langkah jangka panjang, Presiden Prabowo telah menginstruksikan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Bali. 

 


Program ini diharapkan mampu mengatasi persoalan sampah secara menyeluruh, meski diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 3 tahun hingga beroperasi.

 


Selama masa transisi tersebut, Hanif Faisol menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumber.

 


Dimana sekira 60 persen sampah di Bali merupakan sampah organik yang sebenarnya bisa diselesaikan langsung dari tingkat rumah tangga. 

 


Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung untuk segera mempercepat penerapan sistem pemilahan sampah organik dari sumber dalam waktu paling lama satu bulan. 

 


“Kami meminta Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung untuk menyelesaikan pemilahan sampah organik di sumber dalam waktu paling lama satu bulan. Tidak ada lagi yang bisa ditunda,” tegasnya.

 


Menteri LH Hanif menekankan bahwa keberhasilan program tersebut bergantung pada kepemimpinan kepala daerah dan partisipasi masyarakat. 

 


Ia pun mengajak seluruh elemen, mulai dari sekolah, perguruan tinggi, lembaga masyarakat, hingga TNI dan Polri untuk ikut menggerakkan budaya memilah sampah. 

 


“Kalimatnya sederhana, cukup dengan memilah sampah. Jika itu dilakukan, permasalahan sampah akan jauh berkurang,” ajak Hanif.

 


Sebagai bentuk dukungan, pemerintah pusat juga menghibahkan dua uniy alat Wood Chipper atau mesin penghancur kayu untuk mengolah limbah organik seperti batang dan ranting pohon.

 


Pemberian bantuan ini dilakukan secara simbolis berupa kunci oleh Menteri Hanif kepada Bupati Badung Adi Arnawa.

 


Selain itu, ia tidak memungkiri masih ada permasalahan lain yakni sampah kiriman dari laut yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

 


Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq mengajak seluruh masyarakat Bali untuk bersatu menyelesaikan persoalan sampah demi menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata dunia. 

 


“Bali adalah kota wisata. Tanpa sampah, Bali akan semakin cantik dan semakin menawan bagi wisatawan dari seluruh dunia,” ucap Hanif mengakhiri sambutannya.

 


Menteri Hanif bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung dan perwakilan Forkopimda langsung turun ikut melakukan aksi bersih-bersih pantai.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved