Nyepi dan Ramadan
AWAS Provokasi Medsos! Kapolresta Tekankan Toleransi Nyepi & Idul Fitri 2026, Data Seluler Padam
Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang memberikan peringatan keras terhadap peredaran informasi yang menyesatkan di media sosial
TRIBUN-BALI.COM - Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang memberikan peringatan keras terhadap peredaran informasi yang menyesatkan di media sosial (medsos) menjelang perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1444 Hijriah. Menurutnya, provokasi di medsos berpotensi memecah belah kerukunan antarumat beragama di Bali.
Hal itu disampaikan Kombes Leonardo dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Agung 2026 di Lantai III Gedung Pesat Gatra Polresta Denpasar, Senin (9/3). Rakor kali ini menjadi langkah untuk memastikan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah tidak ternoda oleh insiden sekecil apa pun.
Kombes Leonardo menyadari betul bahwa tantangan tahun ini bukan hanya soal kemacetan atau keramaian fisik, melainkan juga potensi di ranah digital. “Kita semua tahu betapa cepatnya isu liar menyebar di media sosial. Saya minta masyarakat jangan mudah terpancing. Kami di kepolisian akan menyikapi setiap isu berkembang secara bijak,” kata Kombes Leonardo.
“Namun tetap tegas mengimbangi konten negatif dengan pesan-pesan positif demi menjaga Kamtibmas tetap kondusif,” imbuhnya. Operasi Ketupat Agung 2026 ini dijadwalkan akan mengawal keamanan selama 13 hari penuh, terhitung sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Fokusnya tidak main-main sinergi antara TNI, Pemerintah Kota Denpasar, hingga tokoh adat menjadi harga mati. Kombes Leonardo menegaskan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya telah dikantongi.
Baca juga: BAHAS Pengamanan Jalur Mudik, Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri 2026 Berdekatan
Baca juga: Rayakan Ramadan Bermakna, ARYADUTA Bali Bagikan Paket Menginap Eksklusif, Iftar Spesial Hingga Umrah
Di antaranya pemetaan tren kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas yang dipaparkan oleh Kabag Ops untuk disusun langkah antisipasinya secara presisi. Sisi sensitif dari pertemuan ini mencuat ketika membahas malam Pengerupukan dan pelaksanaan Salat Idul Fitri.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengingatkan seluruh pihak untuk belajar dari sejarah agar gesekan di masa lalu tidak terulang. Disepakati bahwa malam Pengerupukan akan dimulai pukul 19.00 Wita, sementara pelaksanaan Salat Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026 disepakati untuk diundur menjadi pukul 08.00 Wita guna menghormati kekhusyukan umat yang merayakan Nyepi. Tak hanya soal keamanan fisik dan isu sosial, kesiapan tenaga medis menjadi perhatian utama.
Dalam Rakor tersebut, terungkap layanan digital Badung Sehat telah disiagakan untuk mendeteksi keadaan darurat hanya dalam hitungan tiga detik. Ambulans di 13 Puskesmas serta layanan call center 24 jam siap siaga mendampingi personel gabungan yang berjaga di titik-titik krusial, terutama di kawasan wisata seperti Kuta.
Kombes Leonardo kembali mengingatkan kunci utama kesuksesan pengamanan ini adalah pengendalian diri dan rasa saling menghormati. Ia memastikan bahwa Polresta Denpasar bersama seluruh instansi terkait tidak akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang mencoba mengganggu ketenangan warga, baik melalui tindakan nyata di lapangan maupun provokasi di dunia maya.
Ditemui terpisah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfos) Kota Denpasar, Gde Wirakusuma Wahyudi menjelaskan skema pemutusan akses digital selama pelaksanaan Hari Suci Nyepi di Denpasar.
Kebijakan ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali yang diketahui oleh Forkopimda. Wirakusuma menegaskan pemutusan akses hanya berlaku untuk data seluler perorangan dan lembaga penyiaran lokal.
Sementara itu, layanan internet berbasis WiFi akan tetap diaktifkan untuk mendukung operasional objek vital. Kebijakan ini diambil untuk memberikan ruang bagi umat Hindu agar dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan lebih khusyuk dan fokus.
“Harapannya adalah khusus bagi umat Hindu, dengan pemutusan data seluler dan lembaga penyiaran tidak bersiar, mereka dapat melakukan Catur Brata Penyepian dengan khusyuk,” ujarnya, Selasa (10/3).
Pihaknya menjelaskan, koneksi WiFi yang terhubung melalui fiber optik tetap berfungsi untuk menjaga stabilitas layanan publik yang bersifat krusial. Seperti halnya rumah sakit, pos keamanan, kepolisian, pemadam kebakaran, dan unit darurat lainnya. Begitu juga untuk umat non-Hindu yang membutuhkan informasi masih dapat menggunakan akses WiFi dan saluran informasi digital.
Penghentian layanan data seluler dan siaran TV maupun radio ini akan berlangsung selama 24 jam. Dimulai Kamis, 19 Maret 2026, pukul 06.00 WITA, dan hidup kembali Jumat, 20 Maret 2026, pukul 06.00 WITA. (ian/sup)
Dishub Terjunkan Personel untuk Penjagaan Melasti
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar mematangkan pengaturan arus lalu lintas dan fasilitas publik dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Persiapan ini mencakup pengamanan prosesi Melasti, pengaturan rute saat pengarakan ogoh-ogoh, hingga pemadaman total fasilitas penerangan dan sistem kontrol lalu lintas di seluruh wilayah kota saat Nyepi.
| NYEPI dan Lebaran Berjalan Khidmat di Jembrana, Rebana Iringi Ogoh-ogoh, Baleganjur Iringi Takbiran |
|
|---|
| BRI Siapkan Layanan Terbatas dan Kecukupan Likuiditas Selama Libur Nyepi dan Idul Fitri 1447 H |
|
|---|
| Majelis Umat Beragama Imbau Takbiran di Rumah Saat Nyepi, Simak Keterangannya |
|
|---|
| TOLERANSI, Koster Ajak Pelaksanaan Nyepi dan Idulfitri Berlangsung Khidmat, Polda Bali Dirikan Ini! |
|
|---|
| IMBAU Nyepi & Idulfitri Berjalan Khidmat, Gubernur Bali Serukan Jaga Kerukunan Antarumat Beragama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kapolresta-Denpasar-Kombes-Pol-Leonardo-D-Simatupang-memberikan-peringatan-keras.jpg)