Berita Bali
Penerima Program MBG di Bali Baru 59 Persen, Dibutuhkan Tambahan SPPG
Penerima Program MBG di Bali Baru 59 Persen, Dibutuhkan Tambahan SPPG
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Hingga kini penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bali baru mencapai sekitar 59 persen. Tentunya masih dibutuhkan tambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjangkau seluruh sasaran.
Koordinator BGN Provinsi Bali, Risca Christina G.W., mengatakan perhitungan awal menunjukkan kebutuhan ideal SPPG di Bali sekitar 355 unit. Namun angka tersebut berpotensi bertambah setelah adanya penambahan kelompok penerima manfaat dari tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah.
“Awalnya potensinya sekitar 355 SPPG. Tetapi setelah ada penambahan tenaga pendidik, kapasitasnya kemungkinan meningkat menjadi sekitar 365 sampai 370 SPPG,” jelasnya pada, Sabtu 14 Maret 2026.
Baca juga: Menakar Sempitnya Ruang Aman dan Hak Pejalan Kaki di Bali
Ia menjelaskan, program MBG tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga seluruh sumber daya manusia di sekolah jika sudah terdaftar sebagai penerima manfaat di SPPG. Termasuk di dalamnya guru, staf tata usaha, hingga petugas keamanan sekolah.
Selain sekolah negeri, sekolah swasta juga dapat menerima program tersebut. Namun pelaksanaannya bergantung pada kesiapan dan persetujuan masing-masing sekolah. "Sekolah swasta biasanya kami tanyakan terlebih dahulu apakah bersedia menerima atau tidak. Ada yang menerima, ada juga yang belum,” katanya.
Baca juga: Berstatus BLUD, RSUD Wangaya Denpasar Bali Kelola Operasional Secara Mandiri
Risca menyebutkan, jumlah SPPG di Bali saat ini tersebar di berbagai kabupaten/kota dengan jumlah berbeda. Kota Denpasar menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni lebih dari 36 unit. Disusul Kabupaten Tabanan sekitar 31 unit, Buleleng sekitar 28 unit, dan Badung 27 unit.
Sementara itu, Kabupaten Jembrana tercatat sekitar 21 unit, Gianyar 17 unit, Karangasem 16 unit, Bangli 12 unit, serta Klungkung sekitar 9 unit.
Menurutnya, perkembangan pembangunan dan operasional SPPG di Bali tergolong cukup cepat, terutama sejak pertengahan 2025 hingga awal 2026. "Memasuki tahun 2026 ini progres di Bali termasuk cepat. Dari pertengahan 2025 sampai awal 2026 perkembangannya cukup pesat,” bebernya.
Dengan percepatan tersebut, pemerintah berharap program MBG dapat menjangkau seluruh penerima manfaat di Bali dalam waktu dekat.
| Pemuda Tani Bali Dukung Penghentian Impor Daging Babi, Dorong Peternak Lokal Lebih Berdaya |
|
|---|
| Urai Kemacetan, Menhub Siapkan Skema Water Taxi di Bali Estimasi Anggaran Rp1,21 Triliun |
|
|---|
| BKSDA Lepasliarkan 12 Ekor Curik Bali Hasil Penangkaran, Usul Penetapan Hari Curik Bali Nasional |
|
|---|
| 12 JALAK BALI Dilepaskan, BKSDA Ajukan Hari Curik Bali Nasional, Penetapan Diserahkan ke Gubernur! |
|
|---|
| Pansus TRAP DPRD Bali Kembali Soroti Pensertifikatan Tanah di Pecatu dan Sempidi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Polres-Gianyar-Bali-Uji-Kimia-Menu-MBG-Kapolres-Tegaskan-Negatif-Kandungan-Berbahaya.jpg)