Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Mahasiswa dan BEM Unud Soroti Komunikasi Gubernur Soal Sampah, Koster: Saya Mohon Maaf 

Mahasiswa dan BEM Unud Soroti Komunikasi Gubernur Soal Sampah, Koster: Saya Mohon Maaf 

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
BEM Unud di DPRD Bali, Rabu 22 April 2026 - Gerudug DPRD Bali, Ingatkan Tagline Pulau Seribu Pura Jangan Sampai Jadi Seribu Sampah 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Salah satu perwakilan mahasiswa FISIP Unud saat seruan aksi dan tuntutan dialog terbuka Bali Darurat Sampah pada Rabu 22 April 2026 di Wantilan DPRD Provinsi Bali soroti gagalnya komunikasi Pimpinan Bali

"Gagalnya komunikasi dan gagalnya kebijakan, faktanya sosialisasi dari pemerintah belum maksimal. Banyak masyarakat belum mengetahui cara mengelola sampah termasuk program TPS3R itu, jadi wajar di lapangan masih banyak kebingungan," jelasnya. 

Masalahnya tidak berhenti di situ saja, ada jarak antara pemerintah, desa adat, dan masyarakat karena mereka semua tidak berjalan bersama. Akibatnya, kebijakan yang dibuat tidak nyambung. "Dalam perspektif kami di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik terkhususnya di komunikasi ada teori retorika," imbuhnya. 

Baca juga: Siswa Tewas Masih Kenakan Seragam di Jalanan Jembrana, Berikut Kronologi Berpulangnya Gusti Ngurah

"Jadi penyampaian Bapak (Gubernur) tentang urus sendiri sampah itu menjadi masalah yang sangat besar. Koordinasi yang sangat lemah pengangkut sampah, pengelola TPST dan pemerintah tidak terhubung dengan baik," katanya.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat menurun drastis, yang lebih parah banyak kebijakan yg dibuat secara terburu buru, hanya sebagai respons saat masalah sudah besar. Contohnya rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL yang ditargetkan dibangun Tahun 2026 dan jalan Tahun 2027. 

Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP Siswi SD Terjun dari Lantai 3 Pasar Serangan, Bukan Perayaan Ulang Tahun

"Jadi kita perlu solusi yang konkret hari ini juga. Setelah penutupan TPA banyak informasi yang tidak tersampaikan dengan jelas, alur baru tidak dipahami peran masyarakat dijelaskan dengan baik. Akibatnya kebijakan terasa tiba-tiba banget," pungkasnya. 

 


Menerima kritik tersebut, Koster mengatakan permintaan maafnya dan berharap kedepan agar dapat menyempurnakan diri lebih baik. 

 


Itulah yang dapat saya sampaikan adik-adik semua. Kalau ada yang kurang, tadi ada juga gagal komunikasilah segala macam, saya sebagai manusia biasa. Kalau ada yang kurang saya mohon maaf. Sebagai manusia biasa, saya ada kekurangannya, ada kelemahannya. Kalau ada yang kurang, tolong di maafkan. Dan semoga ke depan saya bisa menyempurnakan diri menjadi lebih baik lagi," ucap, Koster. 

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved