bisnis
TARGET Seluruh Koperasi Merah Putih Beroperasi Akhir Oktober
Lalu ada KDKMP Peguyangan dengan unit usaha gerai sembako, KDKMP Dangin Puri Kaja dengan unit usaha simpan pinjam.
TRIBUN-BALI.COM - Sebanyak 9 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sudah beroperasi di Denpasar.
Sisanya ditarget bisa beroperasi paling lambat akhir Oktober 2025 ini. Di Denpasar terdapat sebanyak 43 desa dan kelurahan.
Sebanyak 9 Koperasi Merah Putih yang telah berjalan yakni Tegal Harum dengan unit usaha lengkap. Selanjutnya KDKMP Sidakarya dengan unit usaha simpan pinjam, KDKMP Peguyangan Kaja dengan unit usaha gerai sembako, KDKMP Sanur Kauh dengan unit usaha peti es (cold box).
Lalu ada KDKMP Peguyangan dengan unit usaha gerai sembako, KDKMP Dangin Puri Kaja dengan unit usaha simpan pinjam.
Baca juga: KOSTER Bangga Ada 103 Ribu UMKM di Bali, Pemprov Bali Salurkan KUR Total Rp 8 Triliun
Baca juga: DAPAT Ancaman Pembunuhan, Masalah Serius di Balik Mundurnya Patrick Kluivert dan Staf
KDKMP Padangsambian dengan unit usaha simpan pinjam, KDKMP Sumerta dengan unit usaha gerai sembako dan KDKMP Tegal Kertha dengan unit usaha simpan pinjam dan gerai sembako gas elpiji.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Dewa Made Agung mengatakan, saat ini pihaknya tengah melaksanakan kegiatan pendampingan pada unit usaha KDKMP.
Pendampingan dilakukan melibatkan tenaga ahli kelembagaan dan keuangan koperasi. Selain itu, juga melibatkan Tenaga Asisten Bisnis Kementerian Koperasi untuk pendampingan Sistem Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes).
“Saat ini total KDKMP yang sudah berjalan mencapai 9 unit. Kami targetkan tanggal 25 Oktober atau paling lambat akhir bulan ini semua KDKMP dari 43 desa/kelurahan sudah semua bisa berjalan,” terangnya.
Ia menambahkan, secara umum, unit usaha yang dijalankan kebanyakan simpan pinjam dan sembako.
“Namun ke depan unit usaha lainnya bisa dikembangkan lagi sesuai arahan program KDKMP,” tambahnya.
Sementara itu, KDKMP di Kabupaten Jembrana juga mulai beroperasi. Satu di antaranya Koperasi Merah Putih di Desa Nusasari, Kecamatan Melaya.
Wilayah ini, saat ini tengah fokus melakukan pengelolaan hasil kebun yakni kakao. Bahkan, kakaonya sudah diekspor atau dikirim ke berbagai negara lain di dunia.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Jembrana, I Komang Agus Adinata mengatakan, hingga saat ini sudah ada 51 Koperasi Merah Putih yang terbentuk.
Namun, hanya baru beberapa yang bisa beroperasi. “Sudah ada beberapa (koperasi),” kata Adinata saat dikonfirmasi, Selasa (21/10).
Dia menyebutkan, salah satunya adalah koperasi di Desa Nusasari. Desa yang dikenal dengan penghasil kakao ini sudah mulai bergerak dengan koperasi merah putih. Selain fokus pada kakao, juga barang lainnya seperti sembako.
“Beberapa wilayah lain juga sudah mulai beroperasi. Seperti Banyubiru, Baluk, dan Tegalcangkring. Mereka masih di bidang sembako sambil menunggu fokus menggarap bidang lainnya sesuai potensi desa itu sendiri,” jelasnya.
| HARGA BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Menkeu Sebut Anggaran untuk Subsidi Energi Aman |
|
|---|
| SENIMAN Monez Hadirkan Mural-Patch Ekslusif di Standalone Adidas Originals Bali |
|
|---|
| LIBUR Panjang Paskah, Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok BBM dan LPG di Bali Aman! |
|
|---|
| HEBAT, Nyoman Sudiarta Olah Limbah Jadi Cuan! Karya ‘Recycle Mask’ Warga Buleleng Kantongi HKI |
|
|---|
| ARUS Peti Kemas Tanjung Priok Kembali Normal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kopdes-merah-putih.jpg)