Pendidikan
AHOK Kunjungi SMPN 1 Sukasada, Cek Laptop Chromebook, Buleleng Jadi Contoh Pemanfaatan Teknologi
Menurutnya hal ini penting. Sebab pendidikan di Indonesia, secara standar internasional masih jauh tertinggal dari negara lain.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sedangkan disinggung mengenai saran pemanfaatan laptop atau perangkat komputer bekas ke sekolah, Sutjidra mengaku akan segera membuatkan imbauan.
“Nanti kita akan buatkan imbauan ke dinas maupun perusahaan swasta agar laptop yang tidak terpakai bisa disumbangkan ke sekolah,” tandasnya.
Di sisi lain, predikat KSRG di SMPN 1 Sukasada sudah diraih sejak tahun 2022. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Sukasada, Putu Yudi Darmawan menyebut ada tiga syarat untuk meraih predikat ini.
Pertama, SMPN 1 Sukasada memiliki total 153 unit chromebook yang dimanfaatkan untuk pelajaran. Dari segi SDM, 18 guru sudah memiliki sertifikasi pengajar dari Google Level 1.
Demikian pula pemanfaatan akun belajar yang diberikan kementerian sudah 100 persen. “Tiga syarat itulah yang membuat kami menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google,” ujarnya.
Kendati demikian, jumlah 153 unit chromebook ini nyatanya masih kurang untuk mencapai standar sekolah rujukan google. Sebab idealnya masing-masing siswa belajar menggunakan satu unit laptop.
“Biasanya laptop dipakai secara berkelompok. Sehingga satu kelas hanya mendapat 8 unit. Ini karena terbatasnya chromebook, jadi kami biasanya pakai kelompok atau bergiliran,” imbuhnya.
Berdasarkan kunjungan dari tim Google Indonesia, seluruh guru di SMPN 1 Sukasada mendapat kesempatan untuk ikut ujian sertifikasi pengajar google level 2 secara gratis.
Tentu hal ini sangat disyukuri, sebab untuk ikut ujian perlu membayar US$10. “Ada 45 guru di SMPN 1 Sukasada yang berkesempatan ikut ujian ini.
Tentu akan kami manfaatkan untuk memenuhi syarat sebagai sekolah rujukan google sampai Februari 2026 mendatang,” katanya. (mer)
| PECAH Telur Mahasiswi PJJ Manajemen Undiknas, Indah Berhasil Lulus Sambil Bekerja, Ini Harapan Dekan |
|
|---|
| Sepanjang Januari- April 2026 BPJS Ketenagakerjaan Gianyar Bayarkan Klaim Beasiswa Rp651 Juta Lebih! |
|
|---|
| STIKOM Usulkan Satu Rumah Satu Sarjana IT, Jadi Universitas Tahun 2026, Ini Harapan Dadang |
|
|---|
| DEWAN Harap Swasta Juga Diperhatikan, Daya Tampung SMP Negeri di Denpasar Kurang dari 50 Persen |
|
|---|
| SISWA Bisa Pilih 3 Sekolah, Lewat Jalur Domisili & Afirmasi SPMB SMP 2026, Juni Hingga Awal Juli |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Siswa-SMPN-1-Sukasada-saat-memanfaatkan-cromebook-dalam-pembelajaran-Selasa-29.jpg)