Berita Buleleng
BPBD Buleleng Bali Bersiap Hadapi Dampak Hidrometeorologi, Bentuk Tim Tangguh Bencana
Potensi kebencanaan berkaitan dengan dampak hidrometeorologi ini tersebar di sembilan kecamatan yang ada di kabupaten Buleleng.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Mengenai hal ini, pihaknya masih meminta petunjuk dari Sekda Buleleng selaku kepala BPBD terkait lokasi posko yang akan dibangun.
"Semua peserta yang hadir sudah siap mendukung, mensupport, untuk menghadirkan orang-orang yang akan ikut standby di posko terpadu. Mudah-mudahan Desember sudah bisa kita eksekusi," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, potensi kebencanaan berkaitan dengan dampak hidrometeorologi ini tersebar di sembilan kecamatan yang ada di kabupaten Buleleng.
Sedangkan berdasarkan data BPBD Buleleng, terhitung sejak Januari hingga Oktober 2025, tercatat ada 280 kejadian.
Jenis bencana yang paling mendominasi yakni tanah longsor sebanyak 105 kejadian, cuaca ekstrem seperti pohon tumbang 53 kejadian, dan banjir 16 kejadian.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat apabila terjadi bencana, agar tetap berkoordinasi dengan pihak desa.
Sehingga bisa segera dilaporkan ke kecamatan dan BPBD, untuk segera mendapat penanganan.
"Mohon masyarakat selalu waspada dan hati-hati, karena bencana bisa terjadi kapan saja, bisa terjadi di mana saja, dan dapat melanda siapa saja. Untuk itu yang terpenting bagi kita adalah mari kita melakukan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Contoh mitigasi bencana, kalau ada sampah yang menyumbat agar dibersihkan. Demikian pula apabila ada dahan pohon yang terlalu rindang, bisa dipotong," tandasnya. (mer)
Simulasi Tanggap Bencana
Sementara sejumlah pekerja proyek pada rehabilitasi Bendung Tlepus di Banjar/Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana dikumpulkan petugas, Selasa 25 November 2025.
Adalah sosialisasi dan simulasi tanggap darurat agar kesiapsiagaan pekerja proyek semakin meningkat terhadap potensi bencana.
Terlebih lagi, pekan lalu ada dua orang pekerja yang hanyut terseret arus sungai DAS Bilukpoh atau tempatnya bekerja saat mandi di sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra menjelaskan, para pekerja proyek pengerjaan rehabilitasi Bendung Tlepus di Desa Penyaringan diberikan sosialisasi dan simulasi tanggap darurat seperti bencana banjir dan gempa bumi.
"Apalagi kita ketahui mereka bekerja di sekitar DAS Bilukpoh yang kerap terjadi air bah sewaktu-waktu," ungkap Artana Putra saat dikonfirmasi, Rabu 26 November 2025.
Dia melanjutkan, selain diberikan materi secara lisan terkait kesiapsiagaan, juga dilaksanakan simulasi langsung di lokasi yang diikuti pekerja proyek bagaimana cara menghadapi potensi bencana yang mungkin dapat terjadi sewaktu-waktu.
"Simulasi sangat penting dilakukan. Ini memberikan pemahaman kepada pekerja apa saja yang bisa dilakukan jika misalnya terjadi bencana misalnya seperti banjir," tegasnya. (mpa/mer)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kepala-Pelaksana-Kalak-BPBD-Buleleng-I-Gede-Suyasa-acd.jpg)