Gempa di Bali
Rentetan Gempa Lima Kali Terjadi di Buleleng
Rentetan kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng pada Rabu (26/11/2025) petang.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Rentetan kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng pada Rabu (26/11/2025) petang.
Beruntung peristiwa ini tidak sampai mengakibatkan kerusakan maupun korban jiwa.
Berdasarkan data BMKG, tercatat ada lima rentetan gempa.
Baca juga: Rawan Gempa dan Tsunami Pembangunan di Pesisir Harus Libatkan Ahli Kebencanaan dan Lingkungan
Tiga peristiwa terjadi secara beruntun, dimulai pukul 19.33 WIB dengan kekuatan 2,9 Skala Richter.
Selang tiga menit, yakni pukul 19.36 WIB, terjadi gempa susulan dengan kekuatan 2,6 Skala Richter.
Selang lima menit kemudian, tepatnya 19.41 WIB terjadi lagi gempa berkekuatan 3,0 Skala Richter.
Tak berhenti sampai situ, pada pukul 21.07 WIB gempa kembali terjadi. Kali ini dengan kekuatan 2,1 Skala Richter.
Baca juga: HEBOH Isu Potensi Gempa Megathrust Terjang Bali, BPBD Gianyar: Jangan Mudah Percaya
Kemudian pukul 23.26 WIB terjadi gempa lagi dengan kekuatan 2,6 Skala Richter.
Kalak BPBD Buleleng, I Gede Suyasa mengatakan, pusat gempa seluruhnya berlokasi di 14 kilometer tenggara Buleleng. Kedalamannya berbeda-beda, mulai dari 13 kilometer hingga 29 kilometer.
"Yang paling dekat kedalaman 8 kilometer pukul 23.26 WIB," ungkapnya dikonfirmasi Kamis (27/11/2025).
Baca juga: POTENSI Gempa & Tsunami, Desa Sanur Kauh Tuan Rumah Kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami
Walaupun diterpa lima kali rentetan gempa, Suyasa mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan kerusakan fasilitas umum maupun fasilitas pribadi.
Ia juga menegaskan tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini.
Berdasarkan data BPBD Buleleng, sepanjang Januari hingga Oktober 2025, tercatat ada satu kejadian gempa yang berlokasi di wilayah kecamatan Tejakula.
Baca juga: DAMPAK Gempa Bumi! Tembok Puskesmas Retak, Tembok Warga Roboh, Pasien Dievakuasi dari Lantai II
Suyasa mengimbau masyarakat agar selalu waspada. Pihaknya di bidang kesiapsiagaan bencana pun secara rutin melakukan edukasi termasuk simulasi penanganan gempa.
Baik di wilayah desa, lingkungan sekolah, hingga perguruan tinggi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu siap siaga dan waspada terhadap ancaman gempa yang dapat terjadi sewaktu-waktu," tandasnya. (*)
Berita lainnya di Gempa di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kepala-BPBD-Buleleng-I-Gede-Suyasa-852.jpg)