Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

PROYEK Shortcut Singaraja-Mengwitani Dimulai di Titik 9-10, Dianggarkan Rp700 Miliar Lebih

Pembangunan jalan pintas alias shortcut Singaraja - Mengwitani segera dilanjutkan pada awal tahun 2026.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
PERSIAPAN - Suasana persiapan proyek shortcut di dekat Gitgit Twin Waterfall, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Sabtu (28/12). 

TRIBUN-BALI.COM - Pembangunan jalan pintas alias shortcut Singaraja - Mengwitani segera dilanjutkan pada awal tahun 2026. Sesuai rencana, pembangunan akan menyasar titik 9 dan 10.

Berdasakan pantauan Tribun Bali, persiapan pengerjaan sudah mulai dilakukan. Plang tanda peringatan adanya proyek telah terpasang di kanan-kiri jalan. Tampak pula pekerja proyek serta alat berat berupa excavator.

Gubernur Bali, Wayan Koster saat dikonfirmasi membenarkan jika proyek lanjutan shortcut yakni titik 9 dan 10, sudah dalam tahap persiapan. "Saat ini persiapan untuk groundbreaking (peletakan batu pertama). Rencananya akan dilaksanakan pada 7 Januari 2026," ucapnya, Sabtu (27/12). 

Baca juga: NYAWA Balita Tak Terselamatkan Usai Terlibat Kecelakaan di Jalur Nasional Denpasar - Gilimanuk!

Baca juga: LUDES 8 Unit Kios UMKM Terbakar di Nusa Penida, Belum Dimanfaatkan Warga, Kerugian Ratusan Juta!

Proyek shortcut titik 9 dan 10 melewati Desa Gitgit dan Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng dengan total panjang mencapai 3.900 meter. Terdiri dari 2.958 meter panjang jalan dan 942 meter panjang jembatan. 

Jumlah tikungan di shortcut inipun semakin sedikit. Dari awalnya 38 tikungan, menjadi hanya 13 tikungan. Tak hanya itu, tingkat kelandaiannya juga ada di kisaran 3,5 persen hingga 10 persen saja. 

Hal inipula yang menjadi alasan pengerjaan dilakukan dalam dua tahap, atau multiyears. Artinya pengerjaan dimulai tahun 2026 hingga 2027. Anggaran yang disiapkan pun tak main-main, yakni senilai Rp700 miliar lebih. Sebab banyak jembatan yang perlu dibangun. 

"Anggaran ini full dari APBN. Provinsi hanya pembebasan lahan saja. Untuk titik 9 dan 10 sudah bebas semua, tidak ada masalah lagi," kata Koster. 

Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini menambahkan setelah shortcut titik 9 dan 10 usai, akan dilanjutkan pengerjaan titik akhir yakni 11 dan 12 pada tahun 2028. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved