Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ulah Pati di Bali

Kepada Astawa, Maja Ucapkan Kalimat Perpisahan, Petugas PDAM Temukan WNA Akhiri Hidup

Seorang warga negara asing (WNA) asal negara Denmark diduga melakukan ulah pati. Jenazahnya ditemukan di teras rumah oleh petugas PDAM.

Tayang:
tribun bali/dwisuputra
ilustrasi jenazah - Kepada Astawa, Maja Ucapkan Kalimat Perpisahan, Petugas PDAM Temukan WNA Akhiri Hidup 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Seorang warga negara asing (WNA) asal negara Denmark diduga melakukan ulah pati.

Jenazahnya ditemukan di teras rumah oleh petugas PDAM.

Peristiwa ini terjadi di salah satu perumahan wilayah Banjar Dinas Banyualit, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng pada Selasa (10/2).

Jenazah WNA tersebut diketahui bernama Maja Miriam (53). 

Baca juga: BREAKING NEWS: Sindikat Judol di Bali Dibongkar Polisi, Beromzet 8 Miliar, 35 WNA Jadi Tersangka

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz membenarkan ihwal peristiwa ini. Dikatakan dia, peristiwa berawal sekitar pukul 11.00 Wita, saat petugas PDAM bernama Dewa Made Dwi Putra mendatangi rumah yang ditinggali oleh Maja (baca: Maya). 

Putra yang ketika itu hendak mengecek meteran air, melihat pintu pagar rumah dalam keadaan sedikit terbuka. Ia sempat mengucapkan 'permisi', namun tidak ada jawaban dari penghuni rumah. 

"Karena tidak ada jawaban, saksi langsung membuka pintu pagar rumah. Namun saat memasuki halaman, ia mendapati penghuni rumah bernama Maya dalam keadaan duduk bersimpuh mengadap ke timur."

Baca juga: Hendak Cek Meteran Air, Petugas PDAM di Buleleng Temukan WNA Akhiri Hidup

"Saksi juga melihat leher WNA perempuan itu terikat tali tambang plastik dan kedua tangannya sudah biru," jelasnya. 

Putra segera keluar rumah memberi tahu tetangga sekitar. Hingga beberapa saat kemudian, pemilik rumah bernama Kadek Astawa datang.

Baca juga: Mengambang Setelah 10 Menit Menyelam, WNA Korsel Meninggal Saat Snorkling di Nusa Penida

Ia segera melapor ke aparat desa dan Polsek Kota Singaraja untuk mendapat penanganan lebih lanjut. 

Menurut keterangan pemilik rumah, kata Iptu Yohana, Maya sudah tinggal di rumah tersebut sejak empat bulan lalu.

Sehari sebelum ditemukan mengakhiri hidup, Maya sempat mendatangi undangan Astawa yang menggelar tiga bulanan cucu.

Saat hendak pulang, Maya sempat mengatakan kalimat perpisahan

"Karena merasa curiga, saksi sempat mengkonfirmasi kenapa dia mengucapkan kalimat tersebut."

"Sebab setahu saksi, dia sudah harus kembali ke negaranya. Namun hanya dijawab 'makanya saya mengucapkan selamat tinggal kepada anda' oleh yang bersangkutan," ungkap Iptu Yohana. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved