Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Kekurangan Guru di Buleleng, Mendikdasmen Segera Lakukan Pendataan di Masing-masing Bidang Studi

Tingginya angka kebutuhan guru mendapat sorotan dari Ketua Dewan Pendidikan Buleleng, I Made Sedana. 

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Janji data ulang - Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti saat ditemui pada kunjungan kerja di Kabupaten Buleleng, Jumat (13/2/2026). Mendikdasmen sebut akan segera melakukan pendataan ulang kebutuhan guru di masing-masing bidang studi. Kekurangan Guru di Buleleng, Mendikdasmen Segera Lakukan Pendataan di Masing-masing Bidang Studi 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kekurangan tenaga guru di Kabupaten Buleleng mendapat tanggapan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti. 

Sebagai tindak lanjut, pihaknya mengaku segera melakukan pendataan ulang secara menyeluruh mengenai kebutuhan guru di masing-masing bidang studi.

Hal tersebut diungkapkan Mu'ti disela kunjungan kerja ke Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat 13 Februari 2026. 

Menurut Mu'ti, secara nasional rasio guru dan murid sebenarnya sudah mencukupi. Sedangkan yang menjadi masalah yakni distribusinya.

Baca juga: DATA TERKINI: 82 Ribu Penerima MBG di Denpasar, dari Siswa, Guru, hingga Balita

"Jadi ada daerah yang kelebihan guru, ada daerah yang kekurangan guru, ada pula dalam satu daerah yang sekolahnya kelebihan guru, dan ada sekolah yang kekurangan guru," ujarnya.

Soal distribusi guru, diakui sudah ada pembahasan antara Kemendiksasmen dengan kementerian-kementerian terkait. Meliputi Kemendagri, Kemenpan RB, Kementerian Agama, dan Kementerian Keuangan.

"Kami membahas mengenai problem distribusi guru kita. Ini sedang kami cari skemanya seperti apa, sehingga nanti kita akan mencoba mencari penyelesaian yang komperhensif berbasis data," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pendataan menyeluruh mengenai kondisi riil kebutuhan guru. 

"Akan ada pendataan kembali mengenai kondisi riil kebutuhan guru kita berapa, guru bidang studi apa, sehingga kita dapat memberikan layanan pendidikan yang sebaik-baiknya," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kabupaten Buleleng kekurangan sebanyak 1.056 guru. Kondisi ini dipengaruhi guru yang pensiun tiap bulan. Sedangkan rekrutmen guru honorer tidak bisa dilakukan lantaran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dikunci.

Tingginya angka kebutuhan guru mendapat sorotan dari Ketua Dewan Pendidikan Buleleng, I Made Sedana. 

Walaupun kekurangan guru hampir merata secara nasional, namun guru merupakan pilar utama dalam sistem pendidikan. 

Kekurangan tenaga pendidik berpotensi berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di sekolah.

Karenanya pemerintah daerah didorong mengambil langkah strategis, termasuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar kekurangan guru bisa segera teratasi secara menyeluruh.

Sebagai solusi jangka pendek, Bupati Buleleng mengambil kebijakan relokasi guru dari sekolah yang kelebihan tenaga pendidik ke sekolah yang kekurangan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved