Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Optimistis Tuntas Juli 2026, Groundbreaking Titik Nol Singaraja & Pembangunan Gedung Laksmi Graha 

Kepada awak media, Sutjidra mengatakan pengerjaan awal sudah dilaksanakan, dan kini dilakukan groundbreaking-nya.

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
GROUNDBREAKING - Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra saat melakukan Groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek penataan kawasan titik nol dan pembangunan gedung Laksmi Graha, Jumat (20/2). 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Kabupaten Buleleng optimis proyek penataan titik Nol Singaraja tuntas sesuai jadwal. 

Hal tersebut diungkapkan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra usai melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking penataan titik nol Singaraja dan pembangunan gedung Laksmi Graha, Jumat (20/2). 

Kepada awak media, Sutjidra mengatakan pengerjaan awal sudah dilaksanakan, dan kini dilakukan groundbreaking-nya.

Melihat pengerjaan yang cukup lancar, pihaknya optimis penataan titik nol Kota Singaraja akan tuntas sesuai dengan rencana. 

"Masa pengerjaannya selama 150 hari, atau empat setengah bulan. Mudah-mudahan sesuai dengan komitmen penyedia, agar kegiatan ini bisa tuntas pada Juli 2026," jelasnya.

Baca juga: BAHAS Solusi TPA Suwung Tutup Per 1 Maret 2026, Gubernur Koster Temui Menteri LH, Ini Harapannya!

Baca juga: TARGET Retribusi Rp2,2 Miliar, Tarif Parkir di Klungkung Dirancang Naik

Sutjidra mengatakan, anggaran proyek titik nol senilai Rp25 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung. 

Mantan Wakil Bupati Buleleng dua periode ini tak memungkiri adanya pro dan kontra terkait kegiatan ini. Ia menjelaskan, penataan titik nol Kota Singaraja ini merupakan upaya Pemkab Buleleng menata kawasan bersejarah yang ada di Kabupaten Buleleng khususnya di Kota Singaraja.

"Inilah cikal bakal titik nol-nya kota Singaraja. Namun banyak yang belum paham di mana pusatnya Kota Singaraja," ujarnya.

Selain itu, penataan kawasan titik nol merupakan upaya Pemkab Buleleng dalam mendukung pariwisata kota alias city tour Buleleng. Tak hanya itu, penataan kawasan heritage (cagar budaya, red-) ini juga mendapat dukungan positif dari paiketan Puri trah tunggal Panji Sakti. 

Tak hanya itu, nantinya lobi kantor Bupati juga akan dikembalikan seperti aslinya. Upaya ini sekaligus mendukung program 'mesadu' Sutjidra-Supriatna yang sempat diungkapkan saat kampanye Pilkada 2024 lalu.

"Nanti kita siapkan semua untuk kegiatan-kegiatan masyarakat yang ingin mesadu, termasuk juga lobi itu untuk menerima tamu luar daerah yang berkunjung ke Buleleng," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved