Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Dampak Perang Amerika-Israel vs Iran, Disnaker Buleleng Intensif Pantau PMI di Timur Tengah

Dampak Perang Amerika-Israel vs Iran, Disnaker Buleleng Intensif Pantau PMI di Timur Tengah

Tidak Ada/Tangkap layar video Viory
SERANGAN KE IRAN - Kepulan asap tebal terlihat menjulang di atas Iran pada hari Minggu (1/3/2026), hari kedua operasi tempur 'berskala besar' AS dan Israel. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dampak konflik perang antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Buleleng. Ini karena terdapat ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng di kawasan Timur Tengah.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Buleleng, Putu Arimbawa, mengatakan berdasakan data tahun 2024-2025 tercatat ada 327 PMI asal Buleleng bekerja di sejumlah negara Timur Tengah. Yang mana paling banyak bekerja di Turki. 

Baca juga: Jenazah Dek Wati Tiba di Rumah Duka di Jembrana, Meninggal di Rusia Setelah Bikin Pengakuan Ini

"Rinciannya meliputi Arab Saudi sebanyak 18 orang, Yordania 37 orang, Kuwait 57 orang, Qatar 6 orang, serta Uni Emirat Arab 13 orang. Paling banyak sasarannya negara Turki dengan 196 orang," sebutnya didampingi Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Transmigrasi dan ESDM, Gede Geriadana Putra, Rabu (4/3/2026). 

Dikatakan jika pihaknya secara intensif melakukan pemantauan terhadap kondisi para PMI Buleleng, melalui koordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali.

Baca juga: SIASAT Putu Sumedika di Buleleng Berujung Bui, Beri Ponsel Lalu Berhubungan Berkali-kali 

Sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) juga telah mengeluarkan imbauan agar tetap waspada dengan memperhatikan keselamatan diri dan terus mematuhi imbauan aparat setempat.


"Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) juga telah mengunggah daftar nomor Hotline KBRI Timur Tengah yang dapat dihubungi apabila terdampak langsung maupun tidak langsung," jelasnya. 


Disinggung terkait kemungkinan adanya PMI yang mengajukan permohonan untuk kembali ke tanah air akibat meningkatnya tensi konflik, Arimbawa menyebut hingga saat ini belum ada laporan atau pengajuan resmi.


"Sampai saat ini belum ada informasi terkait PMI yang ingin pulang. Namun apabila ada perkembangan, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan instansi terkait," tandasnya. (mer)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved