Berita Buleleng
DESA Adat Buleleng Mapepada, Ritual Penyucian Hewan Sambut Tawur Kesanga, Berlangsung Sejak 1835
Prosesi dipimpin oleh sulinggih Ida Pandita Mpu Ratangkara Bayu Sagara Gni Ananda Wijaya Nantha dari Griya Taman Aswameda Asram Yeh Taluh.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Desa Adat Buleleng menggelar Mapepada pada Selasa (17/3/2026).
Ritual ini digelar untuk menyucikan hewan-hewan yang nantinya akan dikurbankan dalam Upacara Tawur Kesanga, serangkaian hari raya Nyepi tahun saka 1948.
Mapepada telah berlangsung sejak tahun 1835, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat Desa Adat Buleleng. Tahun ini, tanggung jawab sebagai ngewalung atau pelaksana upacara dipercayakan kepada Banjar Adat Kampung Anyar.
Baca juga: 4 MALING Masuk ke Jeroan Pura Tengah Malam, Pura Pemayun di Banyuning Buleleng Sasaran Jelang Nyepi
Baca juga: TETAP Siaga Ambulans Gratis Saat Nyepi di Gianyar, Simak Beritanya
Prosesi dipimpin oleh sulinggih Ida Pandita Mpu Ratangkara Bayu Sagara Gni Ananda Wijaya Nantha dari Griya Taman Aswameda Asram Yeh Taluh.
Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna, menjelaskan bahwa Mapepade berlandaskan pada lontar Bama Kerti dan Ciwa Gama. Menurutnya, penyucian ini penting untuk menjaga kesucian sarana upacara sebelum digunakan dalam Tawur Kesanga.
"Tradisi ini bertujuan menyucikan hewan sebagai sarana upacara. Kami juga telah berkoordinasi dengan Banjar Adat Kampung Anyar yang bertugas menyiapkan banten pecaruan," ujarnya.
Usai prosesi di pura, hewan-hewan yang telah disucikan kemudian diarak menuju Catus Pata Desa Adat Buleleng, lokasi utama pelaksanaan Tawur Kesanga. Di tempat inilah, keesokan harinya, Rabu (18/3/2026), upacara pecaruan akan digelar sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi 1948 Caka.
Tawur Kesanga sendiri akan dipuput oleh sejumlah sulinggih dari berbagai griya. Harapannya satu, yakni menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Acara mapepada diakhiri dengan serah terima wewalungan dari Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra kepada kelian desa adat Buleleng untuk selanjutnya diteruma oleh kelian banjar Kampung Anyar yang bertugas menyiapkan olahan daging untuk banten pecaruan.
Sementara itu, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengajak masyarakat utamanya umat Hindu di Kabupaten Buleleng untuk memaknai perayaan Nyepi dengan menjalankan Catur Brata Penyepian secara sungguh-sungguh. "Mari menjalankan Catur Brata Penyepian dengan aman dan tertib," ujarnya. (mer)
| ANTREAN Haji Capai 28 Tahun, Hampir 2.000 Calon Jamaah Haji Masih Menunggu |
|
|---|
| PENGIRIMAN April Melonjak 9.870 Ekor, Permintaan Naik, Harga Sapi Peternak di Buleleng Tetap Murah |
|
|---|
| Tebas Front Office Resort di Buleleng, Bule Inggris Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara |
|
|---|
| Pemkab Buleleng Siapkan 12 Paket Pelatihan untuk Dorong Kemandirian Ekonomi |
|
|---|
| BONGKAR Satu Titik Telan Rp15 Juta, Satpol PP Buleleng Bongkar 11 Billboard Reklame Melanggar Titik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Suasana-ritual-mapepada-di-Pura-Desa-Adat-Buleleng-Selasa-1732026.jpg)