Berita Buleleng
Pasang Guardrail di Jalur Kaliasem-Tigawasa, Upaya Dishub Buleleng Menekan Risiko Kecelakaan
Upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas di jalur rawan kecelakaan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas di jalur rawan kecelakaan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Salah satunya dengan pemasangan pagar pengaman jalan (guardrail) di ruas jalan Kaliasem-Tigawasa.
Saat ini pemasangan guardrail sudah mulai dikerjakan, di mana progresnya telah mencapai 60 persen. Guardrail dipasang di tiga titik ruas jalan Kaliasem-Tigawasa, dengan total panjang mencapai 212 meter.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, mengatakan guardrail ini merupakan bantuan teknis (bantek) dari Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).
Baca juga: PASCA Ledakan Trotoar, Warga Berharap Segera Diperbaiki, Khawatir karena Masih Tercium Bau BBM!
Baca juga: STATUS dan Dokumen Dinyatakan Sah, Pansus TRAP DPRD Bali Kunjungi Lokasi Lahan Pengganti di Jembrana
"Jika dirupiahkan bantuan ini senilai Rp658 juta. Bantuan ini menjadi satu-satunya di Bali untuk kategori peningkatan keselamatan di jalan kabupaten," ujarnya, Rabu (22/4).
Penentuan lokasi pemasangan dilakukan berdasarkan prioritas tingkat kerawanan kecelakaan, hasil koordinasi dengan Satlantas Polres Buleleng.
"Yang Tigawasa ini paling banyak terjadi kecelakaan out of control (hilang kendali), jadi masuk zona merah dan menjadi prioritas utama," ucapnya.
Gunawan berharap keberadaan guardrail dapat meminimalisir dampak kecelakaan lalu lintas. Khususnya pada kasus kendaraan hilang kendali di jalur yang dikenal memiliki jalan berliku dengan tikungan tajam dan berada di kawasan perbukitan ini.
"Dengan adanya pengaman ini, mudah-mudahan bisa menyelamatkan ketika terjadi kecelakaan, meskipun tentu kita tidak mengharapkan hal itu terjadi," imbuhnya.
Berdasarkan data, total kebutuhan pemasangan guardrail mencapai 600 meter. Selain Kaliasem-Tigawasa, beberapa wilayah lain yang masuk daftar prioritas pengamanan adalah jalur di kawasan Munduk dan Pedawa yang juga dikenal rawan kecelakaan.
Hanya saja, rasionalisasi anggaran menjadi penyebab baru 212 meter yang terealisasi tahun ini. Namun, Gunawan memastikan pemasangan guardrail lanjutan akan dilaksanakan tahun 2027 mendatang.
"Kementerian telah memberi sinyal lampu hijau. Kita diminta mengusulkan kembali jalur-jalur yang perlu mendapatkan bantuan teknis di tahun 2027," tandasnya. (mer)
| Sah! DPRD Buleleng Ketok Perda Pajak–Retribusi, Ketua DPRD: UMKM Jangan Hanya Jadi Objek Pungutan |
|
|---|
| Ekowisata Hutan Desa di Pejarakan Tuai Pro-Kontra, DPRD Buleleng Dorong Toleransi dan Solusi Bersama |
|
|---|
| DEWAN Minta Dinsos Buat Layanan Pengaduan, Tak Ingin Kasus Kekerasan LKSA Terulang |
|
|---|
| Perbaikan Jalan Bisa 10 Tahun, DPRD Buleleng Sentil PUPR: Jangan Tunggu Viral Baru Bergerak |
|
|---|
| Pedagang di Singaraja Pilih Untung Tipis, Daripada Pelanggan Kabur, Kenaikan Harga Dampak Perang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kabid-Lalulintas-Dishub-Buleleng-Cok-Adithya-saat-melakukan-monitoring-pemasangan-guardrail.jpg)