Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Dari 1.050 Ton Sampah per Hari, Denpasar Baru Bisa Tangani Setengahnya, TPA Suwung Tetap Ditutup?

Dari 1.050 Ton Sampah per Hari, Denpasar Baru Bisa Tangani Setengahnya, TPA Suwung Tetap Ditutup?

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/I PUTU SUPARTIKA
ANTRE – Sejumlah truk pengangkut sampah berjejer antrean menuju ke TPA Suwung, Kota Denpasar, Minggu (7/12). Antrean truk tersebut dikarenakan jalan becek dan berlumpur setelah hujan mengguyur Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Ancaman krisis sampah menghantui Kota Denpasar menjelang tenggat waktu penutupan total TPA Suwung pada 23 Desember 2025. 

Pemerintah Kota Denpasar mengakui adanya ketimpangan besar antara volume produksi sampah harian dengan kemampuan pengolahan yang dimiliki saat ini.

Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan Denpasar hanya sanggup mengolah 500 ton sampah per hari. 

Padahal, total timbulan sampah yang dihasilkan kota ini mencapai 1.050 ton setiap harinya.

Baca juga: Video Syur WNA Berdurasi 8 Menit di Pantai Kelingking Viral, Telah Ditonton 77 Ribu Kali

"Dari peta mitigasi, maksimal kami baru bisa menyelesaikan 500 ton per hari. Sementara produksi sampah Denpasar 1.050 ton per hari. Ini yang harus segera kami pikirkan," ujar Arya Wibawa.

Untuk mengatasi itu dalam waktu singkat, Pemkot Denpasar menempuh langkah mitigasi darurat berbasis sumber. 

Hingga akhir tahun ini, pemerintah akan menyiapkan total 6.815 unit sarana pengolahan sampah ke desa dan kelurahan.

Buat Teba Modern Tapi Punya Pekarangan, Ini Solusi Alternatif Kelola Sampah Organik di Rumah 

Ini terdiri atas 3.220 unit teba modern, dan 3.595 unit tong komposter.


Selain itu, optimalisasi dilakukan pada 24 TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah - Reduce, Reuse, Recycle) dan pengaktifan kembali 338 bank sampah


Namun, Arya Wibawa mengakui TPS3R menghadapi kendala klasik berupa overload, di mana kapasitas mesin rata-rata 5 ton sering kali kalah cepat dibandingkan volume sampah masuk yang bisa mencapai 10 ton.


Di sisi lain, tiga Pusat Daur Ulang (PDU) di Padangsambian Kaja, Kertalangu, dan Tahura kini diperkuat dengan 9 unit mesin berkapasitas total 30 ton per hari, ditambah dua mesin yang sedang dalam tahap perakitan.


Arya Wibawa menekankan kekhawatirannya akan dampak ikutan dari kebijakan penutupan ini.


Ia mewanti-wanti agar solusi penutupan TPA Suwung tidak justru memindahkan masalah ke tempat lain, seperti sungai dan fasilitas umum.


"Kami tidak ingin menyelesaikan masalah di TPA Suwung, tetapi sungai dan fasilitas umum malah dipenuhi sampah rumah tangga," tegasnya. 


Ia menyadari bahwa mengubah perilaku masyarakat untuk memilah sampah tidak bisa dipaksakan hanya dalam hitungan minggu.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved