Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sampah di Bali

40 Teba Modern di 16 Pasar, Dikelola Perumda Pasar Denpasar, Tukar Botol dengan Koin Senilai Rp300

Sementara untuk botol, pihaknya bekerja sama dengan pemulung. Sistem penukaran botol menggunakan koin. 

Tribun Bali/I PUTU SUPARTIKA
PASAR TRADISIONAL – Sejumlah pedagang mulai beraktivitas di pasar tradisional Pasar Badung dan Pasar Gunung Agung Denpasar, Selasa (17/2). 

Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi paling lambat pada akhir 2027,” paparnya. (sup)

Gianyar Serahkan Truk sampah ke Desa Adat

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar terus mempertegas komitmennya dalam menanggulangi persoalan sampah.

Setelah menjalin kerja sama pengelolaan sampah di TPA Temesi dengan Pemkot Osaki, Jepang, kini Pemkab Gianyar membagikan truk sampah ke desa adat. Total 50 truk sampah telah dibagikan ke desa adat di Gianyar. 

Terbaru, truk sampah diserahkan langsung oleh Bupati Gianyar, I Made Mahayastra kepada Desa Adat Singakerta, Ubud dan Desa Adat Kerta, Payangan pada Senin (16/2).

Mahayastra mengatakan, penyerahan ini merupakan bentuk dukungan Pemkab Gianyar dalam meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di tingkat desa adat.

Dengan adanya tambahan armada truk sampah, diharapkan proses pengangkutan dan penanganan sampah di wilayah desa adat dapat berjalan lebih optimal dan efektif.

Mahayastra mengatakan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). 

Namun ada kolaborasi antara pemerintah daerah dan desa adat. Pengelolaan sampah berbasis sumber dinilai sebagai langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Menurut politikus PDIP asal Payangan itu, sampah merupakan persoalan besar, namun penyelesaiannya tidak bisa dilakukan hanya dengan pendekatan berskala besar di tingkat kabupaten/kota.

Penanganan harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga. “Sampah ini masalah besar, harus diselesaikan mulai dari tempat yang paling kecil,” ujar Mahayastra.

Sebagai bentuk komitmen, kata dia, Pemkab Gianyar secara bertahap menyerahkan armada truk sampah untuk mendukung pengangkutan dan pengelolaan di tingkat desa.

Hingga saat ini, kurang lebih 50 unit truk sampah telah diserahkan untuk membantu penanganan sampah di berbagai wilayah.

“Tidak terasa kurang lebih 50 truk sudah diserahkan untuk menangani sampah. Selama kita hidup tidak akan lepas dari sampah. Itu sampah kita, kita yang menyelesaikannya,” tegasnya.

Mahayastra juga menekankan bahwa langkah paling aman dan efektif dalam mengatasi persoalan sampah adalah dengan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.

Sosialisasi akan terus dilakukan pemerintah agar masyarakat memahami cara pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk penanganan residu yang dibawa ke TPA Temesi. 

“Infrastruktur pengelolaan sampah di Kabupaten Gianyar juga terus kita dikembangkan guna mendukung penyelesaian permasalahan secara berkelanjutan,” kata dia. (weg)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved