Cuaca Ekstrem di Bali
Longsor Hantam Perpustakaan SD Sathya Sai Denpasar, Beruntung Belum Ada Aktivitas Pembelajaran
Longsor Hantam Perpustakaan SD Sathya Sai Denpasar, Beruntung Belum Ada Aktivitas Pembelajaran
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebuah pemandangan memilukan tampak di ruang perpustakaan SD Sathya Sai, Jalan Kemuda, Desa Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, Denpasar, Bali.
Di tengah upaya sekolah menanamkan minat baca, alam berkata lain. Selasa pagi 24 Februari 2026, sekitar pukul 06.00 Wita, tebing di belakang sekolah luruh, membawa material tanah dan bebatuan yang menjebol tembok ruang baca tersebut.
Ironi terlihat jelas di lokasi kejadian, di salah satu sudut tembok yang masih berdiri, terpasang sebuah poster edukasi bertuliskan "Budayakan Membaca, Dengan Membaca Kita Tahu Isi Dunia."
Baca juga: Lampu Batok Kelapa Bertenaga Surya, Ketika Inovasi Bersanding dengan Keberlanjutan
Namun kini, tepat di bawah slogan itu, bukan lagi deretan buku yang tertata rapi, melainkan timbunan tanah cokelat pekat dan puing beton yang berserakan.
Dari pantauan di lokasi, dampak kerusakan terlihat sangat masif. Sebuah rak buku kayu berukuran besar tampak terjangkang hingga sudut 45 derajat, tertahan oleh tumpukan material longsor.
Baca juga: Cuaca Ekstrem, Sejumlah Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali Terdampak Hari Ini 24 Februari 2026
Buku-buku pelajaran, atlas, hingga ensiklopedia yang seharusnya menjadi sumber ilmu, kini kotor berlumpur dan berserakan di lantai yang basah.
Lubang besar menganga di tembok perpustakaan, memperlihatkan tebing tanah yang masih labil di sisi luar sehingga polisi memasang garis polisi agar tidak ada warga yang mendekat ke lokasi.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah cepat untuk mengamankan area tersebut.
"Tanah longsor yang menimpa fasilitas pendidikan di SD Sathya Sai. Beruntung, kejadian ini berlangsung pagi hari sebelum aktivitas belajar mengajar dimulai, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ungkap Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.
Aparat dari Polsek Denpasar Utara telah berada di lokasi sejak pagi untuk melakukan sterilisasi. Personel kepolisian tampak membentangkan police line di pintu masuk perpustakaan dan area terdampak untuk mencegah warga atau siswa mendekat.
Iptu I Gede Adi menambahkan bahwa langkah ini diambil mengingat cuaca ekstrem yang masih membayangi wilayah Bali, khususnya Denpasar.
"Kondisi tanah di lokasi saat ini masih sangat labil. Kami memasang garis pengaman agar tidak ada warga yang melintas di area berbahaya, guna mengantisipasi adanya longsor susulan," kata dia.
"Kami mengimbau pihak sekolah dan masyarakat sekitar untuk selalu waspada, terutama saat hujan deras dengan durasi lama," imbuhnya.
Kerugian materiil akibat robohnya tembok dan rusaknya ratusan buku serta fasilitas perpustakaan ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Untuk sementara, ruang perpustakaan dinyatakan tertutup total dari aktivitas apapun demi keselamatan bersama.
Pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan BPBD Kota Denpasar dan pihak terkait untuk proses evakuasi material serta penilaian kekuatan struktur bangunan pasca kejadian. (*)
| Volume Air Sungai di Jembrana Meningkat Drastis, Warga Dihantui Banjir Bandang |
|
|---|
| Musim Kemarau di Jembrana Diprediksi Mulai April, 6 Bulan Sangat Panas Hampir Tidak Ada Hujan |
|
|---|
| Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 2 Jam ke Depan, Berikut Daerah yang Perlu Diwaspadai |
|
|---|
| Pasca Banjir, Siswa SDN 18 Sesetan Denpasar Gelar Bersih-bersih, Kepsek: Besok Belajar Biasa |
|
|---|
| BPBD Bali Sebut 350 Orang Dievakuasi Akibat Cuaca Ekstrem, Koster: Warga Hati-hati Saat Bepergian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Longsor-menimpa-ruang-perpustakaan-SD-Sathya-Sai-Denpasar.jpg)