Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Kapolresta Denpasar Tekankan Toleransi Nyepi dan Idul Fitri 2026 dari Ancaman Gesekan

Kapolresta Denpasar Tekankan Toleransi Nyepi dan Idul Fitri 2026 dari Ancaman Gesekan

|
Tribun Bali/istimewa
Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Agung 2026 di Lantai III Gedung Pesat Gatra Polresta Denpasar pada Senin 9 Maret 2026. Istimewa/Polresta Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polresta Denpasar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Agung 2026 di Lantai III Gedung Pesat Gatra Polresta Denpasar pada Senin 9 Maret 2026.

Rakor kali ini menjadi langkah untuk memastikan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah tidak ternoda oleh insiden sekecil apa pun.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., menyadari betul bahwa tantangan tahun ini bukan hanya soal kemacetan atau keramaian fisik, melainkan juga potensi "sumbu pendek" di ranah digital.

Baca juga: Dua Pelaku Pengedar Ganja Diamankan Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai Bali

Dalam pernyataannya, ia memberikan peringatan keras terhadap peredaran informasi yang menyesatkan di media sosial yang berpotensi memecah belah kerukunan di Bali sebagaimana terjadi di tahun sebelumnya. 

“Kita semua tahu betapa cepatnya isu liar menyebar di media sosial. Saya minta masyarakat jangan mudah terpancing. Kami di kepolisian akan menyikapi setiap isu berkembang secara bijak," kata Kapolresta Denpasar.

Baca juga: 15 Korban Gigitan Anjing di Buleleng Dipastikan Dapat VAR Lengkap

"Namun tetap tegas mengimbangi konten negatif dengan pesan-pesan positif demi menjaga kamtibmas tetap kondusif,” imbuh Kombes Leonardo. 


Operasi Ketupat Agung 2026 ini dijadwalkan akan mengawal keamanan selama 13 hari penuh, terhitung sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026. 


Fokusnya tidak main-main sinergi antara TNI, Pemerintah Kota Denpasar, hingga tokoh adat menjadi harga mati. 


Kapolresta menegaskan bahwa evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya telah dikantongi, termasuk pemetaan tren kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas yang dipaparkan oleh Kabag Ops untuk disusun langkah antisipasinya secara presisi.


Sisi sensitif dari pertemuan ini mencuat ketika membahas malam Pengerupukan dan pelaksanaan Sholat Idul Fitri


Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengingatkan seluruh pihak untuk belajar dari sejarah agar gesekan di masa lalu tidak terulang. 


Disepakati bahwa malam Pengerupukan akan dimulai pukul 19.00 Wita, sementara pelaksanaan Salat Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026 disepakati untuk diundur menjadi pukul 08.00 Wita guna menghormati kekhusyukan umat yang merayakan Nyepi.


Tak hanya soal keamanan fisik dan isu sosial, kesiapan medis pun menjadi perhatian utama. Dalam rakor tersebut, terungkap bahwa layanan digital Badung Sehat telah disiagakan untuk mendeteksi keadaan darurat hanya dalam hitungan tiga detik. 


Ambulans di 13 Puskesmas serta layanan call center 24 jam siap siaga mendampingi personel gabungan yang berjaga di titik-titik krusial, terutama di kawasan wisata seperti Kuta.


Kombes Leonardo kembali mengingatkan bahwa kunci utama kesuksesan pengamanan ini adalah pengendalian diri dan rasa saling menghormati. 


Ia memastikan bahwa Polresta Denpasar bersama seluruh instansi terkait tidak akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang mencoba mengganggu ketenangan warga, baik melalui tindakan nyata di lapangan maupun provokasi di dunia maya. (*) 

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved