Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Saat Korban Mandi, Devi Nekat Lakukan di Rumah Denpasar, Berakhir di Tangan Polisi

Saat Korban Mandi, Devi Nekat Lakukan di Rumah Denpasar, Berakhir di Tangan Polisi

Istimewa/Polresta Denpasar
Tersangka ART pencurian, AD (22) diamankan di Polsek Dentim. ART di Denpasar Bali Kuras Perhiasan dan Uang Majikannya, Kini Berakhir di Tangan Polisi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pepatah pagar makan tanaman kiranya tepat untuk menggambarkan nasib malang yang menimpa I Putu Oka Sudarsana (32). 

Niat hati mempekerjakan asisten rumah tangga (ART) untuk meringankan beban, ia justru harus mengelus dada setelah harta bendanya ludes digondol oleh pegawainya sendiri.

Aksi pencurian ini dilakukan oleh AD alias Devi (22), seorang perempuan asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang bekerja di kediaman korban di Jalan Sekar Sari, Banjar Batur Sari, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Baca juga: Dosen Muda, Kiki Syah: Gema Takbir Bertemu Sunyi Nyepi, Damai Bali untuk Indonesia

Namun, sepandai-pandainya Devi melompat, ia akhirnya tersungkur setelah aksi tangan panjangnya terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV).

Kapolsek Denpasar Timur (Dentim), Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan korban pada Senin pagi, 2 Maret 2026. 

Saat itu, sekitar pukul 12.32 WITA, korban sedang mandi dan sempat mendengar Devi berpamitan untuk membuang sampah ke luar rumah.

Baca juga: Jelang Mudik Nyepi dan Lebaran, Warga Diingatkan Cabut Alat Elektronik Hingga Regulator Gas

"Hanya berselang empat menit setelah selesai mandi, korban merasa ada yang janggal dan iseng mengecek rekaman CCTV," kata Kompol Tomiyasa pada Rabu 11 Maret 2026.


"Di sanalah korban terkejut melihat sebuah tangan dan badan seseorang yang sangat ia kenali sedang mengobrak-abrik dompet di atas meja kamar tidurnya," imbuhnya. 


Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat masuk ke kamar di saat korban sedang di kamar mandi


Setelah dilakukan pengecekan mendalam, korban menyadari bahwa uang tunai di dompetnya telah berkurang Rp500.000. 


Tak berhenti di situ, korban yang mulai panik kemudian memeriksa kotak perhiasan di rak sebelah dompet. 


Ternyata, dua buah cincin emas bermata biru dan putih milik anaknya beserta nota pembeliannya telah raib.


Puncak kekecewaan korban terjadi saat ia melihat celengan kaleng berwarna biru setinggi 40 cm yang ia simpan.


Celengan yang diperkirakan berisi uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 dengan total mencapai Rp6 juta itu juga raib tanpa bekas. 


Secara keseluruhan, korban mengalami kerugian materil mencapai Rp11.500.000.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved