Dari sisi pemerintah, perwakilan DLHK Kota Denpasar, Kadek Mahendra, menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan isu strategis dalam pembangunan kota berkelanjutan. DLHK terus mendorong penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber, melalui pemilahan sejak dari rumah tangga, pelaku usaha, hingga destinasi wisata. Selain itu, berbagai upaya dilakukan seperti edukasi masyarakat, penyediaan fasilitas, penguatan regulasi, serta monitoring dan evaluasi secara berkala.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengelola sampah secara bijak dan berkelanjutan.
Konsep waste-to-worth menjadi langkah nyata dalam mengubah paradigma sampah, dari yang semula dianggap beban menjadi sumber daya bernilai ekonomi, sekaligus mendukung terwujudnya pariwisata Denpasar yang berkualitas dan berkelanjutan.(*)