Sampah di Bali
Gianyar Bali Bakal Punya TPST, Dapat Gelontoran Dana 150M Dari Pusat
TPST akan dibuat di Gianyar Bali, direncanakan dibuatkan oleh Bank Dunia. Teknologi di TPST ini mulai dari komposting, RDF dan SRF.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kabupaten Gianyar, Bali akan memiliki Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).
Sebelumnya, Gianyar rencananya dibuatkan TPST oleh Bank Dunia. Namun karena ada kendala, rencana tersebut pun gagal tender.
Beruntung, Kementerian Pekerjaan Umum menilai Gianyar selama ini sukses dalam pengelolaan sampah, sehingga TPST tersebut pun akan dibiayai menggunakan APBN.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, sejak adanya TPS3R di setiap desa/kelurahan, serta penerapan jadwal pembuangan sampah, volume sampah yang dibuang ke TPA Temesi mengalami penurunan signifikan. Dari 450 ton per hari menjadi 228 ton per hari.
Baca juga: CLOSED TPS Seram Denpasar! Sampah Sering Meluber dan Ada Buang Sampah Pakai Jasa Ojol
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gianyar, I Made Arianta, Senin 15 Desember 2025 membenarkan hal tersebut.
Kata dia, saat ini TPST dalam proses finalisasi DED (Detail Engineering Design). Lokasinya berada di kawasan TPA Temesi. Dibangun di atas lahan seluas 1,2 hektare.
"Lahan TPST ini merupakan aset daerah, dan itu memang wajib menggunakan aset daerah, tidak boleh ngontrak," ujarnya.
Arianta mengatakan, awalnya TPST ini direncanakan dibuatkan oleh Bank Dunia.
"Karena mungkin persyaratannya terlalu ketat, jadi gagal tender. Saat ini dapat dana APBN Dipa Kementerian PU, Dirjen Cipta Karya Direktorat Sanitasi. Infonya di tahun 2026 akan didanai Rp 150 miliar," ujarnya.
Teknologi yang akan diterapkan di TPST ini mulai dari komposting, RDF dan SRF.
Dijelaskan RDF (Refuse-Derived Fuel) dan SRF (Solid Recovered Fuel) merupakan bahan bakal alternatif dari sampah, biasanya digunakan oleh industri, seperti pabrik semen dan pembangkit listrik sebagai pengganti batu bara.
"Untuk sampah organik akan dipilah dan dijual kembali. RDF dan SRF sedang menjajaki dengan pengepul, salah satunya perusahaan semen," ujarnya.
Dia menerangkan bahwa sampah yang dikelola hanya sampah Gianyar. Ia memprediksi TPST ini akan beroperasi pada 2027.
Selama proses pembangunan, TPA Temesi yang saat ini masih berstatus lahan sewa akan tetap beroperasi.
Sementara untuk pengelola TPST, akan dilakukan oleh DLH Gianyar melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
"Rancangan BLUD sudah dibuat oleh DLH. Kalau jadi BLUD, dia bisa mencari mitra strategis. Namun kami tetap rekomendasikan agar yayasan yang saat ini membantu di TPA Temesi tetap digandeng, karena mereka sudah berpengalaman dan telah memiliki struktur," ujarnya.
Arianta menilai, setelah ini berjalan, maka persoalan sampah akan tuntas di Gianyar.
"Kalau TPST jalan, permasalahan sampah dapat ditangani cukup baik di Gianyar. Sayangnya rencana dari Bank Dunia gagal tender kemarin, kalau itu jalan, mungkin saat ini sudah berproses," ujarnya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Gianyar-Bali-Bakal-Punya-TPST-Dapat-Gelontoran-Dana-150M-Dari-Pusat.jpg)