Sampah di Bali
Upaya Jaga Lingkungan, Desa Lebih Gianyar Bali Subsidi Pembuatan Teba Modern Rumah Warga
Desa Lebih memberikan subsidi pada warga yang berminat dan serius mengelola sampah rumah tangga dengan sistem teba modern.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Dalam hal ini, setiap KK dikenai iuran sebesar Rp 10 ribu per bulan.
Sedangkan untuk usaha nilainya lebih dari itu, seperti halnya hotel, per bulan bisa membayar iuran sampah sampai Rp 3,5 juta.
"Yang jelas, sampah yang belum terpilah tidak akan diangkut petugas, kami harus tegas. Sehingga pengelola di TPS3R bisa maksimal melaksanakan pengelolaan sampah," ujarnya.
Saat ini TPS3R Widyasari Desa Lebih dikelola sebanyak 11 orang. Selain untuk sopir, pengelola sampah juga termasuk tukang pungut bulanan.
Diakui beberapa warga belum memiliki kesadaran untuk memilah sampah.
Diungkapkan bahwa TPS3R Widyasari Desa Lebih berdiri sejak tahun 2022.
Saat ini sudah menghasilkan pupuk organik, yang diberikan pada petani setempat untuk lahan pertanian organik.
Di samping itu, pupuk organik ini juga dijual ke Desa Sidan yang sudah lebih dahulu mengembangkan lahan pertanian padi organik.
Pupuk organik ini dijual dengan harga Rp 1.500 per kg. Kendati sudah menjual pupuk organik ke desa lain, biaya operasional TPS3R masih disubsidi dari desa.
Rata-rata sampah per hari yang masuk sebanyak 3 truk atau sekitar 30 kubik, yang langsung dikelola di TPS3R.
"Kendala kami armada sudah tua-tua, perlu peremajaan. Truk lama itu lebih sering masuk bengkel, dan biaya perawatan tinggi," ujarnya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Upaya-Jaga-Lingkungan-Desa-Lebih-Gianyar-Bali-Subsidi-Pembuatan-Teba-Modern-Rumah-Warga.jpg)