Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sampah di Bali

ALAT Berat Hanya Satu Unit Beroperasi, Pengelolaan TPA Peh Terhambat

Alat berat yang beroperasi di kawasan TPA Peh, Kecamatan Negara, Jembrana dilaporkan dalam kondisi rusak dan tidak dapat difungsikan.

Tribun Bali/ISTIMEWA
TIMBUNAN SAMPAH - Kondisi TPA Peh di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana saat sejumlah alat berat mengalami kerusakan, Kamis (26/3). 

TRIBUN-BALI.COM - Alat berat yang beroperasi di kawasan TPA Peh, Kecamatan Negara, Jembrana dilaporkan dalam kondisi rusak dan tidak dapat difungsikan. Akibatnya, pengelolaan sampah di lokasi tersebut semakin menggunung karena sudah overload sejak beberapa tahun belakangan ini.

Karena kondisi tersebut, proses pengelolaan seperti pemilahan dan penataan sampah menjadi tak optimal. Apalagi belakangan ini TPA Peh justru menerima timbulan sampah karena serangkaian hari raya yang berdekatan.

Terbukti, kiriman sampah dari Gilimanuk saat periode arus mudik saja mencapai 6 ton sehari. Jumlah tersebut diangkut oleh dua armada yang khusus difungsikan ke Gilimanuk.

Baca juga: 2 BULAN Sudah Berproses! Jabatan 10 Kadis di Badung Masih Kosong

Baca juga: JAGA Citra di Mata Investor Global! Polda Bali Komitmen Berantas Kasus Penipuan Investasi di Bali

"Nggih sudah dari beberapa waktu ini rusak (alat berat). Di TPA Peh sekarang yang beroperasi hanya satu unit saja," jelas Kepala UPTD Pengelolaan Sampah di TPA Peh, I Putu Ardana saat dikonfirmasi, Kamis (26/3). 

Ardana mengakui, ketika sebagian alat berat mengalami gangguan atau bahkan rusak, praktis pelaksanaan pemilahan serta penataan sampah yang masuk ke TPA Peh bakal sangat terganggu. Hal ini kerap memunculkan keluhan dari warga sekitar TPA di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara tersebut. 

"Terlebih saat menjelang hari raya kemarin, kan banyak yang membuang sampah basah seperti organ ayam potong dan lainnya. Ini menimbulkan bau yang sangat menyengat," ungkapnya. 

Lalu bagaimana penanganan sampah jika alat berat terus terusan rusak? Ardana mengakui pihaknya saat ini berusaha maksimal untuk melakukan perbaikan agar bisa segera digunakan. Kendalanya adalah teknisi yang masih belum bisa ke lokasi karena masih dalam suasana hari raya.

"Kemungkinan dalam waktu dekat ini akan mulai dikerjakan. Semoga pengerjaannya tidak butuh waktu lama sehingga alat berat bisa beroperasional kembali dan tidak sebabkan sampah menumpuk di pintu masuk menuju tempat penataan tersebut," harapnya. (mpa)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved