Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tribun Bali Award

Mengangkat Desa Manistutu Bali ke Level Nasional: Jejak Pengabdian Anak Desa

Hasrat I Made Abdi Negara mengangkat Desa Manistutu muncul pertama kali pada tahun 2013. 

Tayang:
Istimewa
I Made Abdi Negara peraih Penghargaan Tokoh Muda Inspiratif Penggerak Pembangunan Desa Berdampak (The Most Inspiring Young Community Leader Of Impactful Village Development). Mengangkat Desa Manistutu Bali ke Level Nasional: Jejak Pengabdian Anak Desa 

Padahal Desa Manistutu di era tahun 1980-an, terkenal dengan talenta-talenta sepakbola hingga ke tingkat kecamatan. 

Hasil pengamatan lainnya adalah pengembangan ekonomi, yakni perlunya usaha lokal dengan identitas produk yang kuat, yakni gula merah, madu hutan, anyaman bambu dan aneka kripik. 

Dari berbagai identifikasi tersebut, Abdi mengatakan dirinya mulai bergerak dengan melibatkan berbagai pihak di desa.

Hasilnya, pada 2023, Desa Manistutu menyabet gelar Desa Wisata Rintisan Terbaik Nasional dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) menyisihkan 4.563 Desa Wisata dari seluruh Indonesia yang menjadi peserta dalam ajang ini.

Komoditi Gula Kelapa Manistutu yang dikenal dengan nama Gulo Barak Manistutu dalam bentuk Gula Semut, menjadi salah satu pendukung sebagai produk oleh oleh khas Desa Wisata Manistutu. 

Desa ini juga menjadi tujuan utama destinasi wisata alam seperti spot camping di Bendungan Benel, Wisata Offroad Adventure, Tradisi Makepung Lampit, Terapi Air (Jakuzzi) Alami, Melukat, Wisata Arkeologi di 2,8 Ha daerah peninggalan purbakala dan jelajah hutan (ekowisata).

Setahun berikutnya yakni di tahun 2024, upaya untuk mengembangkan potensi desa tersebut, kembali diganjar penghargaan yakni Gold Medal dalam Pembangunan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2024 yang diberikan oleh Kementerian Desa dan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI kala itu. 

Sederet prestasi ini mengangkat level Manistutu bukan lagi sebagai desa entah berantah tapi diperhitungkan di skala lokal hingga nasional.

“Saya tidak bekerja sendiri, ada peran kerja sama multipihak (pentahelix) antara Pemerintah Kabupaten Jembrana, Desa Dinas, Desa Adat, Lembaga Pendidikan Kampus, BUMN, pelaku pariwisata, NGO dan segenap masyarakat desa. Ada juga tokoh penggerak lain seperti I Ketut Master, I Komang Budiana (Perbekel saat ini), Putu Widiasmadi (Tu Nik), Ajik Putu Astawa, Beni, Eka Artawan dan tokoh lain yang telah banyak menyumbangkan tenaga, pikiran dan materi sebagai penggerak kemajuan Desa,” ujarnya merendah.

Sederet penghargaan yang diperoleh Desa Manistutu tidak bisa dilepaskan dari peran Abdi Negara. 

Meski tidak memiliki jabatan resmi di Desa Dinas, Abdi mengambil peran menginiasi menjadi pioneer untuk kemajuan desa. 

Keaktifannya dimulai dari menyusun roadmap untuk menentukan arah pembangunan desa berkelanjutan, hingga menyatukan seluruh komponen dan pemegang kebijakan di desa, mendorong dan merangsang keterlibatan anak-anak muda Manistutu untuk ikut berkontribusi.

Selain itu, Abdi juga aktif mengajarkan cara menyusun skala prioritas program. 

Peran terbesarnya tentu saja menjadi penyambung dengan pihak luar yang dianggap bisa memberikan kontribusi dari berbagai aspek bagi Desa Manistutu

Langkah pertama Made Abdi Negara menginisiasi berdirinya Komunitas Diskusi Tokoh-Tokoh Manistutu bernama Umah Manis, yang hingga kini terus aktif menjadi wadah diskusi terkait dengan pola dan strategi serta menetapkan tujuan tujuan yang diharapkan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved