Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hantavirus

Hantavirus Jadi Sorotan, Berasal dari Hewan Pengerat, Ahli Minta Waspada Tanpa Panik

WHO menekankan pentingnya deteksi dini, pelaporan cepat, serta penguatan surveilans dan koordinasi antar sektor.

Tayang:
Istimewa/generated AI
Ilustrasi Hantavirus - Hantavirus Jadi Sorotan, Berasal dari Hewan Pengerat, Ahli Minta Waspada Tanpa Panik 

Kondisi lingkungan yang kotor, lembap, banyak tikus, atau area tertutup yang jarang dibersihkan menjadi tempat yang lebih berisiko.

Selain lewat udara, penularan juga bisa terjadi saat seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah atau makanan.

Sementara penularan melalui gigitan tikus disebut lebih jarang terjadi.

Meski kecil kemungkinan menjadi pandemi global, Hantavirus tetap dianggap berbahaya karena tingkat fatalitasnya cukup tinggi pada kasus berat.

Menurut dr. Dicky, infeksi virus ini bisa berkembang cepat menyerang paru-paru.

Awalnya pasien biasanya hanya mengalami gejala umum seperti demam, nyeri otot, dan tubuh lemas.

Namun dalam beberapa hari kondisi dapat berubah drastis.

“Dalam beberapa hari bisa berkembang cepat jadi sesak nafas berat, paru-paru terisi cairan, penurunan oksigen drastis hingga shock,” ujarnya.

Kondisi ini secara medis menyerupai Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), yaitu gangguan paru berat yang bisa mengancam nyawa.

Dicky menyebut pada kasus berat, angka kematian bisa mencapai 40 persen, terutama jika diagnosis terlambat atau fasilitas ICU terbatas.

“Jadi yang mematikan bukan hanya virusnya tapi respon inflamasi berat dan kerusakan paru yang sangat cepat,” katanya.

Di tengah munculnya kekhawatiran publik terhadap wabah baru, Dicky meminta masyarakat tetap rasional.

Menurutnya, trauma sosial setelah pandemi Covid-19 membuat banyak orang menjadi sensitif setiap ada isu penyakit baru.

Namun ia menilai kewaspadaan tetap penting dilakukan melalui langkah sederhana menjaga kebersihan lingkungan.

“Paling penting ya waspada tetap rasional, pola hidup bersih sehat di segala aspek, jaga kebersihan lingkungan, usahakan di rumah tidak ada tikus,” katanya.

Ia juga menyarankan masyarakat memakai masker dan sarung tangan saat membersihkan gudang atau area kotor, terutama saat musim hujan dan banjir.

Jika mengalami demam, nyeri otot, dan sesak napas setelah terpapar lingkungan dengan sanitasi buruk, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke dokter.

Selain itu, dr. Dicky mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya informasi yang beredar di media sosial tanpa memeriksa sumbernya terlebih dahulu.

Cara Penularan Hantavirus
* Menghirup udara terkontaminasi urin, feses, atau air liur tikus
* Debu di ruangan tertutup yang terkontaminasi
* Kontak dengan permukaan terkontaminasi 
* Gigitan tikus (lebih jarang)

Karakter Penyakit Hantavirus
* Tidak mudah menular antar manusia
* Berbeda dengan Covid-19 (transmisi terbatas)
* Pada kasus berat dapat berbahaya (±40 persen)

Gejala awal Hantavirus
* Demam, nyeri otot, sakit kepala, lemas

Dapat memburuk:
* Sesak napas berat
* Gangguan paru (ARDS)
* Penurunan oksigen drastis

Pencegahan Hantavirus
* Jaga kebersihan rumah dan lingkungan
* Hindari kontak dengan tikus dan kotorannya
* Gunakan disinfektan saat membersihkan area berisiko
* Gunakan pelindung saat bersih-bersih
* Segera periksa jika muncul gejala setelah paparan

Sumber:

https://www.tribunnews.com/kesehatan/7826857/breaking-news-2-suspek-hantavirus-terdeteksi-di-jakarta-yogya

https://www.tribunnews.com/kesehatan/7827218/update-kemenkes-2-suspek-hantavirus-jakarta-jogja-negatif-pasien-sembuh

https://www.tribunnews.com/kesehatan/7826953/bisakah-hantavirus-jadi-pandemi-epidemiolog-jelaskan-penularannya-berbeda-dengan-covid-19

https://www.tribunnews.com/kesehatan/7826442/menkes-budi-ungkap-kesiapan-ri-hadapi-ancaman-hantavirus

https://www.tribunnews.com/nasional/7827094/virus-hanta-bukan-virus-baru-pakar-jelaskan-cara-penularan-hingga-gejala-awalnya

https://www.tribunnews.com/nasional/7827109/waspada-boleh-tapi-jangan-cemas-berlebihan-pakar-ungkap-perbedaan-virus-hanta-dan-covid-19

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved