Berita Buleleng
Waspada Angin Kencang di Bali, Atap Rumah Milik Sukapada di Buleleng Terbang Terbawa Angin
Angin kencang di wilayah Kabupaten Buleleng pada Selasa (23/12) menimbulkan dampak bencana.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Angin kencang di wilayah Kabupaten Buleleng pada Selasa (23/12) menimbulkan dampak bencana.
Seperti yang terjadi di SD Negeri 4 Sangsit, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan.
Sebuah pohon menimpa salah satu ruang kelas hingga menyebabkan kerusakan.
Informasi yang dihimpun, pohon yang tumbang berjenis kayu suar. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00 Wita.
Baca juga: ANGIN Kencang Landa Buleleng, Atap Rumah Milik Sukapada Terbang Terbawa Angin!
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Buleleng, I Gede Suyasa mengatakan, pohon tumbang di SD Negeri 4 Sangsit menyebabkan kerusakan pada rangka baja ringan dan kayu penutup atap genting termasuk plafonnya.
"Estimasi kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp10 juta.
Saat ini material pohon tumbang sudah berhasil dievakuasi," ucapnya.
Dampak angin kencang juga dialami Made Sukapada (53). Rumahnya yang berlokasi di Banjar Dinas Kelodan, Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Buleleng mengalami kerusakan, setelah angin kencang menerbangkan sebagian atap rumah yang berbahan seng.
"Peristiwanya sekitar pukul 13.00 Wita. Pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp5 juta.
Baca juga: Berikut Kenaikan UMK di Jembrana dan Buleleng Tahun 2026, Rata-rata Naik Rp 200 Ribu
Peristiwa serupa juga terjadi di wilayah Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Bedanya, atapnya sudah beton namun ditutup seng. Jadi sengnya ini saja yang terbawa angin," ujarnya.
Berdasarkan prediksi BMKG, potensi cuaca buruk ini masih terjadi hingga awal Januari 2026.
Selama periode tersebut diperkirakan akan terjadi hujan lebat, angin kencang, serta petir.
"Kami sudah mengimbau pada masyarakat yang hendak berlibur, terutama di daerah pegunungan, pantai, hingga daerah lapang agar tetap waspada.
Karena menurut informasi BMKG, cuaca buruk seperti hujan lebat, angin kencang, serta petir sangat potensial terjadi," ungkapnya. (mer)
| Setiap Ayah Mabuk Melati Selalu Ketakutan, Ayah Kandung Setubuhi Anak di Buleleng Divonis 17 Tahun |
|
|---|
| Kejari Buleleng Musnahkan Barang Bukti 71 Perkara, Kasus Narkotika Masih Mendominasi |
|
|---|
| 13 Pelamar Bersaing Duduki Jabatan Direksi Perumda Pasar Argha Nayottama Di Buleleng Bali |
|
|---|
| Buleleng Education Expo 2026, Bupati Sutjidra: Anak Buleleng Harus Kuasai AI Tapi Tetap Berkarakter |
|
|---|
| Khawatir Kasus Bukit Ser Berlarut-larut, LSM Genus Minta Polres Percepat Penanganan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ATAP-RUSAK-Kondisi-atap-rumah-milik-Made-Sukapada-yang-rusak-akibat-terbawa-angin.jpg)