Nataran Bali Adventure 'Sulap' Kawasan Banjar Batu Sepih Jadi Tempat Wisata yang Bikin Betah

Pada awalnya, mereka memanfaatkan kondisi tersebut dengan membuka pementasan reguler tari kecak dan tari barong di Pura Puseh.

Nataran Bali Adventure 'Sulap' Kawasan Banjar Batu Sepih Jadi Tempat Wisata yang Bikin Betah
TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Banjar Batu Sepih, Kabupaten Gianyar dikenal sebagai temat yang memiliki lingkungan bersih. Wisatawan lokal dan asing pun dibuat betah berlama-lama di sana. Keunggulan itu pun mengundang investor untuk membangun penginapan. 

Nataran Bali Adventure 'Sulap' Kawasan Banjar Batu Sepih Jadi Tempat Wisata yang Bikin Betah

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Banjar Batu Sepih, Kabupaten Gianyar dikenal sebagai temat yang memiliki lingkungan bersih.

Wisatawan lokal dan asing pun dibuat betah berlama-lama di sana.

Keunggulan itu pun mengundang investor untuk membangun penginapan.

Hal tersebut tak disia-siakan krama setempat.

Pada awalnya, mereka memanfaatkan kondisi tersebut dengan membuka pementasan reguler tari kecak dan tari barong di Pura Puseh.

Baca: Tak Ada Lagi Uang Hibah Secara Kes di Kabupaten Badung, 2020 Mulai Terapkan e-Hibah

Baca: Skor Akhir Bali United 1 Vs 4 Bhayangkara FC, Melvin Platje Pertontonkan Gol Hiburan

Baca: Tugas Tekan Kebocoran hingga Pengawasan Menanti Dewas PDAM Badung yang Baru

Baca: Petaka Willian Pacecho, Bali United Tertinggal Satu Gol dari Bhayangkara FC

Baca: BMKG Peringati Saat Puncak Musim Kemarau, Mulai Terjadi di Nusa Penida hingga Bali Selatan

Namun, seiring bertambahnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke banjar yang dihuni 125 Kepala Keluarga (KK) ini, sejumlah mayarakat yang memiliki keahlian di bidang pariwisata, membuat perkumpulan ‘Nataran Bali Adventure’.

Anggota Nataran Bali Adventure, I Wayan Wawan mengatakan, pihaknya bergerak di bidang tracking.

Dalam hal ini, wisatawan disuguhkan berbagai spot wisata dengan jarak tempuh sekitar lima kilometer.

Baca: Kesaksian Sandi yang Angkat Jasad Warga Bekasi ke Pinggir Sungai di Tukad Badung Denpasar

Baca: Mahasiswi Ini Ceritakan Proses Aborsi Dibantu Pacarnya, dari Kontraksi hingga Bayi Disimpan di Dus

Baca: Pelaku Sudah di Kamar, Menarik, dan Matikan Lampu, Setelah Diperkosa Sekuriti, Korban Ketakutan

Baca: Nama Pengusaha Besar di Bali Akan Diungkap di Persidangan, Disebut Pelanggan Vanessa Angel

Baca: Pagi-pagi Oknum PNS Diduga Lakukan Ini Hingga Mobil Goyang, Satpol PP: Setelah Buka Kaca Tancap Gas

Mulai dari perumahan khas Bali, aktivitas pembuatan sarana upakara piodalan, melukat di pancuran suci (beji) Desa Pakraman Sumampan, menikmati pemandangan persawahan, tegalan dan sebagainya.

“Aktivitas tracking di sini baru berjalan sejak dua tahun lalu. Latar belakangnya, karena kami melihat wisatawan banyak datang ke banjar kami,” ujarnya.

Kelian Adat Banjar Batu Sepih, Made Supala mengatakan, pihaknya sangat bersyukur warisan leluhurnya dapat dimanfaatkan krama banjar untuk hal positif.

Diapun kembali menegaskan, hal tersebut tidak terlepas dari faktor kebersihan lingkungan, sehingga wisatawan merasa nyaman dan selalu berkeinginan datang ke sini. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved