Pemilu 2019

Dalam Peresmian Pasar Badung Kemarin, Jokowi Singgung Pemilu dan Ingatkan Ini untuk Masyarakat Bali 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) datang meresmikan Pasar Rakyat Pasar Badung Kota Denpasar pada Jumat (22/3/2019).

Dalam Peresmian Pasar Badung Kemarin, Jokowi Singgung Pemilu dan Ingatkan Ini untuk Masyarakat Bali 
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Presiden Jokowi saat menyapa pedagang di Pasar Rakyat Pasar Badung Kota Denpasar usai peresmian pasar tersebut pada Jum'at (22/3/2019) petang. 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) datang meresmikan Pasar Rakyat Pasar Badung Kota Denpasar pada Jumat (22/3/2019).

Kedatangan presiden sekitar pukul 18.30 Wita bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita serta disambut oleh Menteri Koperasi dan UKM AA Gede Ngurah Puspayoga.

Selain meresmikan pasar, Jokowi juga berpesan kepada masyarakat Bali agar tidak ada yang golput pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 17 April 2019 mendatang.

Menurutnya, Pileg dan Pilpres sudah sangat dekat dan hanya sekitar 26 hari lagi.

Jokowi menyarankan kepada hadirin untuk mengajak seraya berbondong-bondong bersama para saudara, tetangga, hingga teman sekampung untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya.

"Jangan sampai dan jangan dibiarkan satu orangpun di Provinsi Bali ini ada yang golput karena ini menentukan arah negara ke depan," kata Jokowi yang langsung disambut oleh teriakan warga.

Baca: Jokowi Puji Keindahan Arsitektur Pasar Badung, Ini Permintaan Presiden pada Pedagang

Baca: Sambil Dipayungi Presiden Jokowi, Nyoman Geriarsa: Kapan Bapak Main ke Kampung Saya

Selain itu, Jokowi juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai berita bohong atau hoax yang akhir-akhir ini semakin masif di media sosial bahkan sampai ke rumah-rumah warga.

"Jangan takut, harus dilawan, harus diluruskan, harus diberitahu. Harus berani mengatakan yang benar itu benar yang salah itu salah," kata dia.

Ia menjabarkan beberapa hoax terbaru yang menyerang dirinya seperti akan menghapuskan pendidikan agama, isu dilegalkannya perkawinan sejenis, isu kriminalisasi ulama.

Baca: 8 Penari Bali Pingsan Seusai Tampil Menyambut Jokowi, Ini Penjelasan Pihak Rumah Sakit

Baca: Pulang Undangan Peresmian Pasar Badung oleh Presiden Jokowi, Sarjani Baru Tahu Kiosnya Ikut Terbakar

"Oleh sebab itu hal seperti harus dihentikan. Bangsa ini adalah bangsa yang penuh etika. Bangsa ini adalah bangsa yang penuh tata krama. Sopan santun. Kita semua memiliki budi pekerti yang baik," jelasnya.

Jokowi menekankan jangan sampai ketika pemilihan bupati/walikota, gubernur, Pileg dan Pilpres menjadikan masyarakat tidak saling sapa antar tetangga, teman sekampung dan keluarga. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved