Penggunaaan Gadget Bisa Picu Kerusakan Saraf Terutama Bagian Tangan dan Lengan, Berikut Gejalanya

Tapi, tahukah kamu bahwa terlalu banyak bermain gawai bisa merusak sistem saraf di tubuh kita?

Penggunaaan Gadget Bisa Picu Kerusakan Saraf Terutama Bagian Tangan dan Lengan, Berikut Gejalanya
Ilustrasi pexabay.com
ilustrasi bermain gadget. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kita mungkin sering berpapasan dengan orang yang berjalan sambil asyik dengan ponselnya. Ponsel memang tampaknya begitu lekat dengan masyarakat masa kini.

Data pun menunjukan hal demikian. Data olahan Asosiasi Pengguna Jasa dan Internet Indonesia (APJII) selama 2012-2018 juga menunjukkan, pengguna internet Indonesia terus bertambah.

Kenaikan tertinggi terjadi pada 2014 ketika layanan 4G masuk ke Indonesia. Angkanya mencapai 50,6 persen.

Setelahnya, kenaikan mencapai rata-rata 8-10 persen per tahun. Kebanyakan dari pengakses internet tersebut rupanya menggunakan ponsel sebagai sarana berselancar di dunia maya.

Berdasarkan survei APJII di 2017, 50 persen pengguna aktif internet menggunakan ponsel pintar.

Baca: Gadget Ikut Picu Peningkatan ODGJ, Bali Peringkat Pertama Kasus Gangguan Jiwa Tertinggi di Indonesia

Baca: Selly Dharmawijaya Sebut Rata-rata Anak Main Gadget 6,5 Jam per Hari, Ortu Wajib Lakukan Ini

Tapi, tahukah kamu bahwa terlalu banyak bermain gawai bisa merusak sistem saraf di tubuh kita?

Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perdossi Pusat Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K) menjelaskan, aktivitas dengan gerakan berulang dapat menjadi faktor risiko neuropati atau kerusakan saraf tepi.

Saraf tepi sendiri merupakan penghubung organ tubuh dengan syaraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang dengan seluruh organ tubuh.

"Kebiasaan terlalu banyak menggunakan gawai memberikan potensi kerusakan saraf tepi atau jaringan lain. Salah satunya memicu terjadinya kerusakan saraf tepi atau neuropati."

Demikian diungkapkan Manfaluthy dalam sebuah diskusi mengenai neuropati di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved