Peringati Hari Seni Sedunia,  Anak-Anak Bebas Menggambar Apapun dengan Art Recycle

Kegiatan ini merupakan peringatan World Art Day atau Hari Seni Sedunia yang diperingati setiap tanggal 15 April.

Peringati Hari Seni Sedunia,  Anak-Anak Bebas Menggambar Apapun dengan Art Recycle
Tribun Bali/Putu Supartika
Anak-anak WNA sedang berkreasi membuat karya seni untuk peringati Hari Seni Sedunia, Minggu (15/4/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Corat-coret di atas canvas. Menggambar sesuai keinginan di atas potongan botol.

Keceriaan terlihat di wajah mereka walaupun tangannya kotor oleh cat.

Puluhan anak-anak gang didominasi anak-anak warga negara asing berkreasi secara bebas di ABC Artotel Beach Club, Jalan Danau Tamblingan Sanur pada Minggu (14/4/2019) sore.

Kegiatan ini merupakan peringatan World Art Day atau Hari Seni Sedunia yang diperingati setiap tanggal 15 April.

Mentor acara ini, Wayan Bagus Indra Saputra mengungkapkan ada beberapa kegiatan dalam peryaan Hari Kesenian Dunia ini, yakni workshop berkesenian, melukis di atas canvas.

Baca: Orang Terkaya Hongkong Bangun Museum Buddha Senilai 380 Juta Dolar Amerika

Baca: Soekarno dan Pertemuan Bersama Pramugari Cantik karena Lukisan, Nikah Siri Jadi yang Kelima

Selain itu ada juga kegiatan melukis di atas botol plastik dan kegiatan art recycle.

Art recycle ini memanfaatkan barang yang mestinya sudah tak bernilai menjadi sebuah karya seni yang bernilai.

"Sampah plastik seperti botol plastik bekas dijadikan sebuah karya seni. Ini juga untuk memberikan pemahaman bahwa sampah plastik yang tak bernilai bisa dijadikan sebuah karya seni," katanya.

Peserta diperbolehkan untuk membuat apa saja dan melukis apapun.

Sehingga ada beberapa anak-anak yang menggambar angsa, bunga, pemandangan alam, hingga abstrak.

Kebanyakan dari anak-anak ini menggunakan warna cerah seperti kuning, merah, maupun hijau.

Baca: TRIBUN WIKI - Pelukis Asal Luar Negeri yang Berjasa Kenalkan Bali ke Mancanegara

Baca: Berkesenian Tak Bisa Digantikan Robot, Spensapura Art Festival Perkokoh Budaya Hadapi Industri 4.0

"Kami rutin mengadakan acara seperti ini saat peringatan Hari Seni Sedunia. Biasanya acaranya di studio saja di Penestanan, Gianyar," paparnya.

Bagus pun mengatakan banyak anak yang berbakat dalam menggoreskan catnya.

Bahkan dengan membebaskan anak-anak ini, gambar yang dihasilkan menjadi bervariasi dan terasa meriah. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved