Amokrane Sabet Tewas Ditembak di Bali
Kepalkan Tangan Kanan, Bu Camat Kuta Utara Ajak Demo Dukung Polisi
Warga mengapresiasi tindakan polisi atas Amok pada Senin (2/5/2016) lalu itu.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Mengepalkan tangan kanan ke atas sembari menenteng smartphone di tangan kirinya, AA Yuyun Hanura Enny bersama sejumlah tokoh Kuta Utara memasuki pintu gerbang Polsek Kuta Utara, Badung, Bali, Kamis (5/5/2016).
Camat Kuta Utara ini dan sejumlah warga Kuta Utara dengan menggunakan pakaian adat madya ini menggelar aksi damai mendukung polisi atas peristiwa penangkapan yang berujung tewasnya Amokrane Sabet, dan anggota Reskrim Polsek Kuta Utara, AA Putu Sudiarta, Senin (2/5/2016) lalu.
Rombongan yang tiba di kantor Polsek Kuta Utara pukul 10.00 Wita ini sempat membuat terkejut polisi yang bertugas di Polsek Kuta Utara.
Pintu masuk polsek pun dijaga ketat oleh puluhan anggota polisi.
Namun, barikade yang tersusun rapi itu seketika buyar saat mendengar orasi yang malah mendukung tindakan polisi.
Polisi yang awalnya bermuka masam terhadap warga, langsung mendekati warga, saling rangkul dan mengucapkan "Om Swastyastu".
Selain memberikan dukungan terhadap tindakan polisi, warga Kuta Utara ini juga mengucapkan bela sungkawa atas gugurnya Britadir AA PUtu Sudiarta saat bertugas.
Perangai buruk Amok yang selama di Canggu membuat resah warga dan pariwisata. Karena itulah langkah polisi harus didukung.
“Kami datang untuk memberikan dukungan pada polisi, bahwa menurut kami apa yang dilakukan polisi adalah benar. Tidak hanya menyelamatkan warga, tetapi juga pariwisata Kuta Utara. Sebab, dengan adanya Amok selama ini yang membuat huru-hara, membuat pariwisata kami terganggu,” ujarnya.
"Semoga kejadian tidak terulang lagi. Karena keamanan adalah roh pariwisata," tambah Gung Yuyun.
Warga mengapresiasi tindakan polisi atas Amok pada Senin (2/5/2016) lalu itu.
Warga juga meminta soal keamanan di Kuta Utara memang seharusnya ditangani polisi ketika ada masalah seperti itu.
“Hidup Polri, warga Kuta Utara mendukung langkah polisi menembak mati Amokrane. Pengusaha-pengusaha di Kuta Utara harus memberi penghargaan pada polisi dan almarhum Gung Sudi,” ujar Koordinator aksi, I Wayan Sukadana.
Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Wayan Arta Ariawan mengatakan, peristiwa tersebut akan dijadikan pelajaran untuk lebih meningkatkan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan.
“Saya berterima kasih atas dukungan dari warga ini. Sejak kejadian ini, kami tidak pernah bisa tidur nyenyak. Namun dengan dukungan dari warga, beban pikiran kami sudah mulai tenang,” ujarnya.