Amokrane Sabet Tewas Ditembak di Bali
Kepalkan Tangan Kanan, Bu Camat Kuta Utara Ajak Demo Dukung Polisi
Warga mengapresiasi tindakan polisi atas Amok pada Senin (2/5/2016) lalu itu.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Dia pun berjanjii akan meningkatkan patroli dan sosialisasi untuk menjaga keamanan Kuta Utara.
Kapolsek mengaku, jika kejadian tiga hari lalu adalah pelecut untuk kemudian bisa menjaga lebih baik kawasan Kuta Utara.
"Jika ada keresahan seperti Amokrane, maka langsung harus dilaporkan ke kami (kepolisian)," ucapnya.
Dukungan juga diungkapkan seorang wisatawan asal Prancis.
Lelaki yang enggan namanya dikorankan ini menilai Amok pantas mendapatkan ganjaran seperti itu.
Saat ditemui di Banjar Tegal Gundul, Desa Tibubeneng, Kuta Utara dalam prosesi mecaru, Kamis kemarin, mengatakan, selama dua tahun berada di Kuta Utara, Amok membuat malu warga Prancis.
“Dia sering mencuri minuman di supermarket dan mengancam. Dia pantas mati. Saya tidak tahu apakah pemerintah Perancis marah atau tidak. Sepertinya sih marah, karena Eropa sangat menjunjung tinggi kemanusiaan. Tapi, saya sendiri yang melihat keburukan Amok selama ini, tidak marah. Saya dukung aksi polisi,” ujarnya. (*)