Amokrane Sabet Tewas Ditembak di Bali
Keluarga Amokrane Sabet Datangi RSUP Sanglah, Ini Rencana Pemulangan Jenazahnya
Amokrane adalah pria warga Prancis berusia 49 tahun yang tewas pada 2 Mei 2016 saat penangkapan paksa di kawasan Pantai Berawa, Kecamatan Kuta Utara,
Penulis: I Dewa Made Satya Parama | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Untuk diketahui, Amokrane tewas pada 2 Mei lalu oleh berondongan peluru polisi.
Amok yang bekas atlet tarung bebas profesional mixed martial arts (MMA) dikabarkan kerap bikin onar dan membuat resah masyarakat di wilayah Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.
Saat didatangi tim kepolisian yang terdiri dari 24 personel pada Senin (2/5) pagi di vilanya di Jalan Pantai Berawa Canggu, Amokrane sebetulnya hendak dijemput untuk diproses hukum akibat ulahnya itu.
Diketahui juga bahwa Amokrane telah melanggar izin tinggal di Bali sejak September 2015.
Ketika terjadi negosiasi untuk membawanya ke kantor polisi, Amok yang membawa sebilah pisau itu mengamuk.
Seorang polisi jadi sasaran amukannya, dan terkena 8 tusukan di tubuhnya sehingga tewas.
Amok akhirnya diberondong 15 tembakan dan tergeletak tewas tak jauh dari vilanya.
Sementara itu, Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Dudut Rustyadi SpF mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya sudah mendapatkan informasi dari Polsek Kuta Utara tentang kedatangan staf Konsulat Perancis beserta keluarga Amokrane.
"Kami mendapatkan informasi bahwa pihak Konsulat Perancis datang untuk mengurus pengambilan jenazah Amokrane," ucap Dudut.
Namun dr Dudut tidak bisa memastikan kapan jenazah Amokrane dipulangkan.
Dia juga menjelaskan, hingga kemarin sore jenazah Amokrane masih disemayamkan di ruang jenazah.
"Lihat besok saja bagaimana perkembangannya," tutur Dudut.(*)