PARADE FOTO: Maestro Tari Legong Ubud Diarak dengan Bade Tumpang Sia
Gemuruh suara baleganjur menggema di peliatan Ubud, Gianyar, Bali.
Penulis: I Nyoman Mahayasa | Editor: Irma Yudistirani
Berkat kegigihannya menari, almarhum pun menjadi maskot Tari Legong.
Penari legong lainnya asal Desa Peliatan yakni I Gusti Ayu Raka Rasmi (72) dan Anak Agung Oka.
Bahkan di usia 14 tahun almarhum berulang kali diundang Presiden Soekarno, untuk menari di Istana Negara Jakarta dan Istana Kepresidenan Tampaksiring, Gianyar.
Saking sukanya kesenian Bali, Presiden pertama RI ini sampai meminta putranya, Guruh Soekarnoputra, belajar menari Bali dengan AA Anom Sitiari, waktu itu.

Lembu Selem dari Puri Agung Peliatan, Desa Peliatan, Ubud, dibakar di Setra Dalem Puri Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu (20/8/2016). Upacara itu sebagai persembahan terakhir kepada almarhum Anak Agung Istri Sitiari, ibu kandung Pangelingsir Puri Agung Peliatan, Tjokorda Gde Putra Nindia. (Tribun Bali/ I Nyoman Mahayasa)
Mantan Sekda Gianyar ini menambahkan bahwa menari memang menjadi bagian hidup ibundanya.
Bahkan kegiatan menari tetap dilakoni AA Anom Sitiari setelah menikah dengan Tjokorda Gede Agung sekitar tahun 1958.
Selain itu, almarhum menjadi guru tari untuk ratusan murid, baik krama Bali maupun luar Bali.
Berkat kemahiran tersebut, almarhum AA Anom Sitiari sampai melanglang buana ke berbagai belahan negara.
Di antaranya ke China pada 1959, Pakistan pada 1964, Jepang pada 1968, Australia pada 1971, daratan Eropa pada 1973, Amerika Serikat pada 1982, dan Singapura pada 1996.
Prosesi ini disaksikan oleh ratusan wisatawan mancanegara dan puluhan kamera mengabadikan detik-detik lembu hitam dibakar. (*)