Gunung Agung Terkini
Gunung Agung Tipe Gunung Api Tertutup, Kemungkinan Fasenya Sama dengan Letusan 1963
Kepulan asap letusan ini akan mengandung material abu disertai kadar belerang yang lebih besar dan pekat daripada letusan freatik.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Gunung Agung telah mengalami fase letusan freatik, Selasa (21/11/2017) sore.
Biasanya setelah fase letusan freatik, gunung api yang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik akan mengalami fase letusan freatomagmatik hingga akhirnya terjadi letusan magmatik (letusan utama).
Baca: Gunung Agung Meletus Freatik, Diprediksi Akan Sering Terjadi, 12 Hal Ini Perlu Disiapkan Segera!
Baca: Warga Merasa Aman Tetap Tinggal di Rumah Pasca Erupsi Freatik Gunung Agung
Baca: 3 Kali Tremor Menerus Terekam di Pengamatan 6 Jam Terakhir, Makin Intens Tapi Status Masih Siaga
Baca: Drone Kembali Diterbangkan Pantau Kawah Gunung Agung, Fokus untuk Mendeteksi Ini
Namun karena Gunung Agung tipe gunung api tertutup, masih butuh waktu cukup lama dari fase erupsi freatik sampai ke fase magmatik.
Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, I Gede Suantika, menjelaskan letusan freatomagmatik didorong oleh interaksi langsung antara magma dan air.
Kepulan asap letusan ini akan mengandung material abu disertai kadar belerang yang lebih besar dan pekat daripada letusan freatik.
"Pada fase freatomagmatik ini sudah ditandai dengan batu/lava pijar yang terlontar, hujan abu lebat, dan kemungkinan bunyi letusan akan terdengar. Bahkan letusan ini akan diikuti oleh awan panas," ungkap Suantika di Pos Pantau Gunungapi Agung di Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem, Rabu (22/11/2017).
Umumnya letusan freatik dan freatomagmatik merupakan proses pembongkaran pipa kawah yang mampet, sebelum magma keluar ke permukaan yang menyebabkan terjadinya letusan magmatik, letusan dahsyat yang mengeluarkan banyak material dari perut gunung.
Pada letusan Gunung Agung 1963, belum ada alat yang mengukur peningkatan aktivitas Gunung Agung sehingga tidak ada data-data rinci yang merekam fase letusannya.
Namun berdasarkan keterangan saksi hidup saat kejadian itu, Gunung Agung sebulan lamanya mengeluarkan asap pekat berwarna hitam, sebelum meletus hebat bulan Februari 1963.
"Berdasarkan catatan-catatan yang ada, warga melihat kepulan asap pekat selama sebulan di kawah Gunung Agung, sebelum letusan utama (magmatik) pada Februari," katanya.
Ada kemungkinan fase yang sama akan kembali terjadi bila nanti Gunung Agung meletus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gn-agung-dari-rendang_20171123_104144.jpg)