Koster Nangis Peringatkan 3 Ormas Ini, Surat Rekomendasi Kapolda Bali Belum Dipenuhi
Gubernur Bali, Wayan Koster, merasa terharu hingga sempat meneteskan air mata ketika menyampaikan peringatan kepada tiga ormas
Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster, merasa terharu hingga sempat meneteskan air mata ketika menyampaikan peringatan kepada tiga ormas yaitu Laskar Bali, Baladika Bali, dan Pemuda Bali Bersatu (PBB) dalam sesi jumpa pers di halaman Kantor Gubernur Bali, Selasa (15/1).
Hanya surat peringatan yang dikeluarkan Koster, tidak ada pembekuan sementara.
Koster memberikan peringatan terkait keluarnya surat rekomendasi dari Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose, tentang pencabutan surat keterangan terdaftar, penghentian sementara kegiatan, dan pembubaran ketiga ormas yang dianggap telah melakukan tindak pidana dan organized crime yang meresahkan masyarakat.
Di tengah-tengah acara, Koster tidak bisa menahan rasa harunya.
Baca: Griya Bangkasa Lahirkan 13 Sulinggih Warga Jepang, Disudhi Widani Sebelum Madiksa
Ia terdiam sejenak hingga meneteskan air mata ketika menyampaikan langkah-langkah yang diambilnya untuk menjawab surat Kapolda Bali, walaupun dari rekomendasi tersebut belum dipenuhinya.
“Saya sebagai gubernur harus memperlakukan anak-anak ini sebagai anak-anak saya, yang harus saya....,” katanya terhenti sejenak, dan kemudian kembali melanjutkan “Jadi saya tidak bisa bertindak...Apa yang saya lakukan harus terukur dan bisa dipertanggung jawabkan kepada masyarakat dan yang di Atas (Tuhan), sekala niskala,” kata Koster didampingi pimpinan organisasi yaitu Ketua Laskar Bali Gung Alit, Ketua Umum Laskar Bali AA Ketut Suma Wedanta atau Gung Alit, I Bagus Alit Sucipta atau Gus Bota, Sekretaris Umum PBB Putu Gede Mahardika, serta pengurus lain dari ketiga ormas.
Koster meyakini sebagai orang Bali, para anggota ormas tidak ada yang memiliki cita-cita lahir sebagai penjahat.
“Menurut saya, setelah mengobrol dengan pimpinan organisasi yaitu Ketua Laskar Bali Gung Alit, Ketua Baladika Gus Bota, dan Sekretaris PBB, saya kira tidak ada orang lahir bercita-cita atau berkeinginan untuk melakukan kejahatan, pasti ingin melakukan yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat,” kata Koster sembari menahan haru.
Baca: Seusai Pertemuan, Ini Sikap Gubernur Bali Terkait Keberadaan 3 Ormas
Ketika ditanya apa yang membuat dirinya merasa terharu hingga meneteskan air mata, tak lain karena bersatunya ketiga pimpinan ormas.
Menurutnya mereka bersedia diajak berkumpul sebagai warga Bali.
“Mereka sudah ada itikad baik. Saya juga sudah membuka diri, kalau ada apa-apa bisa berkomunikasi langsung dengan gubernur,” ucap mantan anggota DPR RI ini.
Sebagai tindak lanjut atas peringatan tersebut, pihaknya juga siap untuk memberikan pembinaan secara berkelanjutan kepada ketiga ormas sesuai dengan potensinya masing-masing.
“Saya kira yang tergabung di dalamnya adalah orang-orang yang mempunyai kompetensi, yang bisa kita arahkan, yang bisa kita bina agar bisa melakukan aktivitas yang bermanfaat untuk semua pihak,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, Kapolda Bali melayangkan surat rekomendasi penghentian sementara tiga ormas di Bali kepada Gubernur Bali pada April 2017.
Saat itu terjadi kekerasan oleh beberapa ormas di Bali. Namun tidak ada respon dari Pemprov Bali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gubernur-bali-i-wayan-koster-bersama-pimpinan-tiga-ormas.jpg)