Wiki Bali

TRIBUN WIKI - Melukat ke 8 Tempat di Denpasar Ini saat Tilem Bertemu Kajeng Kliwon

Melukat merupakan salah satu aktivitas spiritual yang dilaksanakan oleh umat Hindu. Melukat ini memiliki makna penyucian atau pembersihan diri

TRIBUN WIKI - Melukat ke 8 Tempat di Denpasar Ini saat Tilem Bertemu Kajeng Kliwon
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Sejumlah warga melaksanakan upacara pengelukatan di Pura Campuhan Windhu Segara, Padang Galak Kesiman, Denpasar, Selasa (16/1/2018). 

Selain melukat, di pura ini juga tempat nunas tamba (meminta obat).

Orang berobat ke pura ini mulai dari mereka yang menderita penyakit medis maupun non medis.

Bagi yang akan meminta obat ke pura ini diawali dengan melakukan penglukatan di Patung Dewi Sri yang ada di selatan pura.

Pemedek lantas memohon pada Ida Dukuh Sakti, selanjutnya melakukan persembahyangan di Pelinggih Ratu Gede, Dewi Kwam In, Hyang Gana Pati (Dewa Ganesha).

Selanjutnya, baru melakukan persembahyangan di utama mandala dan di sanalah mereka memohon, tergantung keluhan.

Selain berobat, juga ada pemedek yang nunas saat akan mencari sekolah, melamar pegawai negeri atau CPNS hingga meminta keturunan.

4. Pura Beji Dalem Sakenan

Masyarakat biasanya melukat ke pura ini saat Purnama, Tilem, dan Kajeng Kliwon.

Pura ini masih terletak di kawasan Pura Sakenan, wilayah Tunggak Tiing, Serangan, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali.

Untuk panglukatan di pura ini menggunakan air laut sebagai media panglukatannya.

Para pemedek yang melukat ke tempat ini biasanya membawa pejati dan klungah kelapa gading.

Baca: Ramalan Zodiak 4 Februari 2019: Tujuan Taurus Tercapai, Hari yang Romantis Bagi Aquarius

Baca: Tilem Bertepatan dengan Kajeng Kliwon, Lakukan Ini

5. Pasraman Ida Lingsir

Bagi yang ingin melukat ke tempat ini menggunakan sarana pejati.

Lokasinya berada di Jalan Narakesuma Gang VII No 3, Tanjung Bungkak, Denpasar, Bali.

Yang datang untuk melukat ke pura ini karena penyakit medis, tidak memiliki anak, dan yang masih jomblo.

6. Pura Pucak Watu Geni

Pura ini terletak di Jalan Buluh Indah, Gang Nuansa Indah Selatan, Denpasar, Bali.

Di pura ini juga digelar panglukatan secara rutin saat pergantian dari hari Saraswati menuju Hari Banyu Pinaruh yang dimulai pada pukul 00.05 Wita.

Hal ini dikarenakan pada hari dan jam tersebut diyakini bahwa Ida Bhatara yang berstana di Pura Pucak Watu Geni berkeinginan untuk menyucikan umatnya, dan dilaksanakan berdasarkan petunjuk yang diterima oleh pemangku pura.

Sumber palukatan berasal dari guci batu yang disebut air abadi karena airnya tak pernah habis.

Untuk piodalannya sendiri dilaksanakan setiap satu tahun sekali yaitu saat Purnama Sasih Kapat.

7. Pura Taman Beji Penyampuhan

Pura ini tergolong pura keluarga yang terletak di ujung selatan wilayah Banjar Suci, Denpasar yang diyakini sebagai stana Buaya Kuning.

Banyak masyarakat yang melakulan panglukatan dan pengobatan di pura ini dengan berbagai keluhan penyakit dan memohon petunjuk kesembuhan di pura ini dengan membawa sarana banten pejati.

Mereka akan dilukat dan diberikan tirta yang diambil langsung dari sungai.

Untuk odalan di pura ini dilaksanakan setiap Anggar Kasih Tambir oleh Pengempon pura, Puri Jambe Kaliungu.

8. Pura Dalem Pengembak 

Pura Dalem Pengembak beralamat di Jalan Pengembak, Mertasari, Sanur. 

Diyakini pura ini merupakan stana dari Ida Ratu Ayu Manik Mas Meketel.

Untuk piodalannya sendiri dilaksanakan setiap Purnama Kedasa.

Banyak pamedek yang datang untuk melukat dan memohon kesembuhan, khususnya penyakit non medis.

Selain untuk melukat dan penyembuhan non medis, di pura ini juga diyakini bisa memohon untuk memperlancar usaha karena terdapat pelinggih Ratu Sahbandar sebagai Dewi kemakmuran. 

(*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved