Sekolah Widiatmika Gelar Kirab Budaya Peringatan Nyepi 1941 Saka
Ratusan siswa Sekolah Widiatmika memadati halaman depan, mereka sumringah melihat perwakilan dari tingkatannya menampilkan sendratari Manik Angkeran,
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Ratusan siswa Sekolah Widiatmika memadati halaman depan, mereka sumringah melihat perwakilan dari tingkatannya menampilkan sendratari Manik Angkeran, Selasa (5/3/2019).
Tiga tingkatan Sekolah Widiatmika dari Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama secara bergiliran menampilkan kisah Manik Angkeran.
Usai sendratari tersebut, dilanjutkan kirab dari Sekolah Widiatmika menuju jalan besar simpang 4 Jimbaran lalu memutar dan kembali ke sekolah diikuti parade ogoh-ogoh mini buatan siswa.
“Dari tiga tingkatan, menceritakan satu rangkaian kisah Manik Angkeran dari awal sampai akhir. Siswa sudah latihan kurang lebih dua bulan sebelumnya untuk kirab budaya ini dan terdapat 7 ogoh-ogoh mini siswa Widiatmika dari tiga jenjang tingkatan,” jelas I Gede Inten, S.Or selaku Ketua Panitia Kirab Budaya Ogoh-Ogoh.
Kegiatan rutin tahunan dari Sekolah Widiatmika ini mengambil tema berbeda tiap tahunnya, Tahun ini sekolah mengambil tema ‘Mewujudkan Persatuan dalam Kebhinekaan’.
Baca: Kisah Tyovan Ariwidagdo, Pria Asal Wonosobo yang Sempat Jadi Hacker Dunia karena Hobi Main Game
Baca: Mahasiswa S2 Arsitektur dari Universitas Hongkong Lakukan Studi di Banyuwangi
Baca: Disebut Diam Soal Dugaan Paedofilia, LBH Apik: Kami Deklarasi Bali Bebas Pelaku Paedofilia
“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dari sekolah Widiatmika, pada intinya bertujuan untuk mengenalkan budaya lokal Bali. Karena di sini siswanya sangat beragam suku, daerah dan negara lain. Kirab Budaya digelar menjelang malam Pengerupukan. Saat itu budaya Bali lakukan mengarak ogoh-ogoh,” jelas Pendiri Yayasan Widiatmika Drs I Nyoman Sudiatma,M.Pd.
Sudiatma menambahkan, di samping pengenalan budaya juga untuk menyatukan keberagaman antarsiswa baik dari suku, agama dan negara dalam satu budaya.
“Kirab budaya ini bukan sebagai konteks ritual tapi dalam konteks budaya mengenalkan sejak dini. Keberagaman di Indonesia khususnya di Widiatmika dipersatukan dalam kebhinekaan budaya Lokal Bali,” imbuhnya.
Bali sebagai destinasi tujuan wisata dunia sangat terlihat selama penyelenggaraan Kirab Budaya tersebut, di mana sejumlah wisatawan yang melintas langsung menepikan kendaraannya lalu menyaksikan penampilan siswa Sekolah Widiatmika.
“Kita punya program untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan komunikasi siswa dalam menyampaikan hal yang berkaitan dengan Budaya Hindu yang ada di Bali. Di mana mereka (siswa) mampu berbahasa asing Bahasa Inggris untuk melakukan percakapan dengan turis asing,” tuturnya.
Yayasan Widiatmika merupakan salah satu yayasan penyelenggara pendidikan yang berada di wilayah Bali Selatan.
Baca: Mangku Pastika Ajak Umat Hindu Meningkatkan Kualitas Spiritual saat Nyepi
Baca: Saat Hari Raya Nyepi, BPBD Bali Siagakan 7 Tenaga ESR dan 5 Tenaga Operator Crisis Center
Pendirian yayasan ini tidak dapat dipisahkan dengan sosok Drs. N. Sudiatma, M.Pd.
Beliau merupakan praktisi dan pemikir di dunia pendidikan yang lama berkiprah sebagai seorang guru.
Berdirinya yayasan ini tidak terlepas dari pandangan beliau tentang kepeduliannya terhadap masyarakat, khususnya Bali Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/salah-satu-pertunjukkan-sendratari-manik-angkeran.jpg)